Iran Siapkan Pembalasan Keras: Ancaman Bakar Pasukan AS Jika Masuk Darat ke Tehran

IPD – 05 April 2026 | Teheran mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat bahwa pasukan darat yang mencoba menembus wilayah Iran akan dihadapi dengan tindakan bakar menyeluruh. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Markas Pusat Khatam al‑Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, pada Sabtu (5/4/2026), menyusul serangkaian ultimatum yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Trump melalui akun Truth Social menegaskan bahwa Iran harus membuka Selat Hormuz dalam 48 jam atau “neraka akan menghujani” kawasan tersebut. Ia menambahkan bahwa Amerika siap menahan konflik selama dua hingga tiga minggu, sekaligus menuduh Tehran menolak gencatan senjata yang ditawarkan Washington. Sementara itu, Iran menolak tegas tawaran gencatan senjata 48 jam yang diajukan Amerika, dengan menuntut penarikan seluruh pasukan AS dari Timur Tengah serta kompensasi atas kerusakan infrastruktur sipil yang terjadi akibat serangan gabungan AS‑Israel.

Ketegangan memuncak setelah serangkaian serangan udara timur tengah. Iran meluncurkan rudal balistik dan drone kamikaze ke wilayah Teluk, Irak, dan Israel, sementara pesawat tempur F‑15E milik AS jatuh di barat daya Iran pada Jumat (4/4/2026). Satu pilot berhasil diselamatkan, namun pencarian kru kedua masih berlangsung. Iran juga menuduh pasukan AS menembak jatuh dua pesawat tempur dalam satu hari, memperparah situasi yang sudah kritis.

Di sisi lain, pasar energi global merespon dengan lonjakan harga minyak mentah Brent, yang menembus lebih dari US$100 per barel setelah penutupan sebagian Selat Hormuz. Jalur laut tersebut menyumbang sekitar 20% perdagangan minyak dunia, sehingga setiap gangguan menimbulkan dampak signifikan pada ekonomi global.

Usaha diplomatik melalui negara ketiga, termasuk Pakistan, Turki, Mesir, dan Qatar, belum menghasilkan kesepakatan. Pakistan mencoba menjadi mediator, namun pertemuan dengan perwakilan AS terhenti karena Iran menolak bertemu pejabat Washington di Islamabad. Qatar juga menolak tekanan untuk menjadi perantara dalam negosiasi gencatan senjata.

Penilaian intelijen AS yang dipublikasikan oleh CNN mengungkapkan bahwa sekitar setengah dari peluncur rudal balistik dan drone kamikaze Iran masih beroperasi, menentang narasi Washington yang menyatakan kemampuan militer Tehran telah lumpuh. Hal ini memberi sinyal bahwa Iran masih mampu melakukan serangan berskala besar jika konflik berlanjut.

Fasilitas nuklir Bushehr, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir operasional Iran, juga menjadi target serangan. Meskipun IAEA melaporkan tidak ada peningkatan radiasi, serangan keempat terhadap area tersebut menewaskan satu pekerja dan menambah ketegangan internasional mengenai keamanan nuklir regional.

Di dalam negeri, pemerintah Iran menyerukan warga untuk membantu menemukan pilot Amerika yang hilang, menawarkan imbalan bagi yang berhasil menangkapnya dalam kondisi hidup. Langkah ini mencerminkan upaya Tehran memperkuat dukungan domestik sambil menegaskan posisi kerasnya terhadap intervensi militer asing.

Situasi kini berada pada titik kritis: Amerika menuntut pembukaan Selat Hormuz dan mengancam tindakan lebih lanjut, sementara Iran menyiapkan strategi pembalasan yang melibatkan operasi darat di wilayah perbatasan Tehran. Kedua belah pihak tampak belum menemukan titik temu diplomatik, dan risiko eskalasi menjadi konflik konvensional yang lebih luas semakin nyata.

Dengan harga minyak yang terus melonjak, tekanan ekonomi meluas ke negara‑negara konsumen energi, sementara ancaman militer menambah ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Jika pasukan AS berusaha memasuki wilayah Iran lewat darat, ancaman bakar pasukan yang diumumkan Tehran dapat memicu bentrokan berskala besar, memperburuk kondisi kemanusiaan dan menambah beban bagi komunitas internasional yang berupaya menengahi perdamaian.

Kesimpulannya, tanpa adanya kompromi yang dapat meredakan ketegangan, konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi berlarut lama, mengancam stabilitas regional dan menimbulkan dampak ekonomi global yang signifikan.

Leave a Comment