IPD – 06 April 2026 | Pelatih asal Afrika Selatan, Rhulani Mokwena, resmi menandatangani kontrak dengan klub raksasa Libya, Al-Ittihad, setelah mengakhiri masa singkatnya di MC Alger. Debutnya di klub baru tersebut berlangsung gemilang ketika timnya mengalahkan Abu Salim dengan skor 4-1 dalam pertandingan putaran kedelapan Liga Cup Libya yang digelar di Stadion Misrata.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kontribusi pemain sayap bintang Afrika Selatan, Thembinkosi Lorch, yang tidak hanya memberikan assist, tetapi juga mencetak dua gol untuk Al-Ittihad. Lorch membuka keunggulan tim pada menit ke-9 melalui gol dari assist Ahmed Al Bizi, lalu menambah keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-36 setelah membantu rekan setimnya mencetak gol ketiga. Pada menit ke-56, meski Abu Salim berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Nene, Al-Ittihad tetap menutup pertandingan dengan gol keempat yang diborong Mutassim Garfa tepat sebelum jeda babak pertama.
Berita perpindahan Mokwena ke Al-Ittihad muncul setelah ia memimpin MC Alger selama satu semester yang penuh gejolak. Di tim asal Aljazair, Mokwena belum mampu meraih trofi penting, dan tekanan dari manajemen serta suporter semakin memuncak. Keputusan untuk meninggalkan MC Alger dianggap strategis, mengingat peluang yang lebih besar untuk menorehkan prestasi di liga dan kompetisi regional bersama Al-Ittihad.
Sementara itu, peran Lorch dalam kemenangan tersebut turut menarik perhatian pelatih tim nasional Afrika Selatan, Hugo Broos. Broos sebelumnya sempat meragukan kemampuan Lorch untuk memberi kontribusi signifikan bagi timnas, namun penampilan cemerlang Lorch di tingkat klub, termasuk penampilannya bersama Wydad Casablanca pada Piala Dunia Klub FIFA 2025, kini menjadi bukti kuat akan kualitasnya. Broos diperkirakan akan meninjau kembali kebijakannya menjelang Piala Dunia FIFA 2026, mengingat Lorch dapat menjadi aset penting dalam strategi menyerang timnas.
Debut Mokwena di Al-Ittihad tidak hanya menjadi sorotan karena hasil akhir, melainkan juga menandai langkah ketiga pelatih Afrika Selatan dalam menapaki karier di luar negeri. Sebelumnya, ia pernah melatih Wydad AC di Maroko dan MC Alger di Aljazair, namun tidak berhasil melewati satu musim penuh pada masing‑masing klub. Di Libya, Mokwena kini dihadapkan pada tantangan baru: mengembalikan kejayaan Al-Ittihad yang telah lama menjadi kekuatan dominan di kancah sepak bola Afrika Utara, serta memastikan timnya tetap kompetitif di kompetisi domestik dan regional.
Analisis taktik Mokwena menunjukkan bahwa ia lebih mengandalkan transisi cepat dan pressing tinggi, strategi yang sejalan dengan gaya bermain Lorch yang mengandalkan kecepatan serta kemampuan menggiring bola di sayap. Kombinasi keduanya terbukti efektif dalam menembus pertahanan Abu Salim, yang selama ini dikenal tangguh di kompetisi liga Libya. Kedepannya, Al-Ittihad dijadwalkan akan menghadapi Shabab Al Char dalam laga pekan berikutnya, sebuah pertandingan yang diprediksi akan menguji konsistensi tim di bawah asuhan Mokwena.
Pergerakan pemain dan pelatih Afrika Selatan ke kancah Liga Arab dan Afrika Utara mencerminkan tren migrasi talenta sepak bola Afrika ke wilayah tersebut. Klub-klub di wilayah tersebut semakin mencari pelatih dan pemain dengan pengalaman internasional untuk meningkatkan kompetitivitas mereka. Kehadiran Mokwena dan Lorch di Al-Ittihad menjadi contoh konkret dari dinamika pasar transfer yang semakin global.
Dengan kemenangan 4-1 ini, Al-Ittihad tidak hanya melaju ke perempat final Liga Cup Libya, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat kepada rival-rivalnya bahwa tim ini kembali berada di jalur kemenangan. Bagi Mokwena, hasil ini dapat menjadi batu loncatan untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pelatih paling menjanjikan di benua Afrika, sementara Lorch terus menegaskan statusnya sebagai bintang muda yang patut dipertimbangkan bagi skuad Bafana Bafana menjelang turnamen terbesar dunia.
Ke depan, harapan besar ditempatkan pada keberlangsungan performa Al-Ittihad di kompetisi domestik serta kemampuan Mokwena untuk mengoptimalkan potensi skuadnya. Jika berhasil, kisah sukses ini dapat menjadi contoh bagi klub-klub lain di kawasan Arab yang tengah mencari resep kemenangan melalui kolaborasi antara pelatih berpengalaman dan pemain berbakat.
