IPD – 10 April 2026 | Legenda Italia yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia 2006 bersama Azzurri, Marco Materazzi, kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan transfer Manchester United. Menurutnya, keputusan Old Trafford menjual gelandang Skotlandia Scott McTominay ke Napoli dengan nilai 30 juta euro (sekitar 600 miliar rupiah) merupakan “blunder” terbesar dalam sejarah manajemen klub tersebut.
Materazzi menegaskan bahwa McTominay adalah pemain luar biasa yang seharusnya dihargai jauh lebih tinggi. “Saya tidak mengerti bagaimana Manchester United menjualnya dengan harga sangat murah,” ujarnya dalam wawancara dengan beberapa portal olahraga. Mantan bek tangguh itu menambahkan bahwa nilai pasar wajar bagi gelandang berusia 26 tahun tersebut berkisar antara 60 hingga 70 juta euro (sekitar 1,2 hingga 1,4 triliun rupiah).
Sejak pindah ke Napoli pada bursa transfer musim panas 2024, McTominay telah membuktikan nilai yang diabaikan oleh United. Dalam 73 penampilan di semua kompetisi, ia mencetak 24 gol dan memberikan kontribusi signifikan dalam gelar Serie A 2024-2025. Prestasinya tak hanya terbatas pada angka gol; pemain tersebut juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Serie A pada debutnya dan masuk nominasi Ballon d’Or.
Keberhasilan Napoli tidak lepas dari sinergi antara McTominay dan rekan setim baru, striker Denmark Rasmus Højlund, yang masih berada dalam status pinjaman dari Manchester United. Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Napoli telah membayar 6 juta euro sebagai biaya pinjaman dan berencana menambahkan 44 juta euro untuk mengamankan Højlund secara permanen, yang berarti United berpotensi kehilangan dua aset penting dalam satu musim.
Selain komentar tentang McTominay, Materazzi juga muncul dalam spekulasi transfer lain yang tengah menghangatkan dunia sepakbola Eropa. Enzo Maresca, bek sayap yang baru saja berstatus bebas transfer setelah berpisah dengan Chelsea, dikaitkan sebagai calon pengganti Arne Slot di Liverpool. Materazzi menyatakan bahwa Maresca memiliki profil ideal untuk memimpin fase regenerasi The Reds, mengingat pengalaman Premier League yang dimilikinya.
- Materazzi menilai Maresca unggul dalam membangun kembali skuad, berkat pengalaman di Stamford Bridge.
- Ia menekankan pentingnya sosok yang dapat melakukan perombakan total, bukan sekadar tambal sulam.
- Menurutnya, Maresca memiliki kemampuan mentransformasi pemain muda menjadi bintang kelas dunia.
Komentar tersebut menambah tekanan pada manajemen Liverpool yang masih berdebat mengenai masa depan Arne Slot. Sementara nama Xabi Alonso terus menjadi pilihan populer, Materazzi menilai Maresca memiliki kartu as yang tak dimiliki kandidat lain: pengalaman nyata di lapangan Inggris dan mentalitas yang terbukti mampu menyesuaikan diri dengan intensitas kompetisi top.
Tak dapat dipungkiri, kritik Materazzi terhadap Manchester United bukan sekadar soal nilai transfer. Ia menyinggung kembali kenangan pribadi ketika McTominay masih berusia 18 tahun, saat ia memberi nasihat kepada putranya bahwa gelandang tersebut akan menjadi salah satu pemain terbaik dunia. “Sekarang ia membuktikannya,” tegas Materazzi.
Dengan performa gemilang di Serie A dan sorotan internasional yang terus mengalir, McTominay menjadi contoh klasik bagaimana nilai sebuah pemain dapat berubah drastis tergantung pada lingkungan dan taktik yang tepat. Kritik Materazzi mengingatkan klub-klub besar akan pentingnya menilai potensi jangka panjang, bukan hanya nilai jual sesaat.
Di sisi lain, spekulasi mengenai Maresca menyoroti dinamika pasar transfer yang semakin cepat. Jika Liverpool memutuskan untuk mengejar Maresca, mereka tidak hanya mendapatkan pemain berpengalaman, tetapi juga sinyal ambisi kuat untuk kembali bersaing di level tertinggi Liga Inggris dan kompetisi Eropa.
Kesimpulannya, pernyataan Marco Materazzi menyoroti dua isu utama dalam sepakbola modern: pentingnya penilaian nilai pemain yang tepat serta strategi manajemen klub dalam merespons perubahan pasar. Kritiknya terhadap Manchester United menambah tekanan pada manajemen klub tersebut untuk mengevaluasi kembali kebijakan transfer, sementara dukungan terhadap Enzo Maresca membuka peluang baru bagi Liverpool dalam upaya memperkuat skuad mereka.
