Paul Scholes Soroti Lisandro Martinez, Usulkan Penjualan Yoro & Dorgu, dan Gencarkan Dukungan untuk Max Dowman ke Piala Dunia 2026

IPD – 10 April 2026 | Legenda Manchester United, Paul Scholes, kembali menjadi sorotan media setelah penampilannya dalam podcast The Good, The Bad & The Football mengungkapkan serangkaian kritik dan saran strategis bagi klubnya. Scholes menegaskan bahwa Lisandro Martinez masih belum memenuhi standar yang dibutuhkan United untuk bersaing di level tertinggi, sekaligus mengusulkan penjualan dua pemain muda, Leny Yoro dan Patrick Dorgu. Di sisi lain, mantan gelandang tersebut juga mengangkat nama Arsenal, Max Dowman, sebagai talenta muda yang patut dipertimbangkan Thomas Tuchel untuk masuk dalam skuad tiga singa pada Piala Dunia 2026.

Scholes mengingat kembali perdebatan pada awal tahun ketika ia dan Nicky Butt menyatakan bahwa Erling Haaland akan “membawa Martinez seperti bayi” dalam duel melawan United. Penampilan Martinez dalam derby Manchester United melawan Manchester City, di mana ia berhasil menahan Haaland dan membantu tim meraih kemenangan 2-0, membuat Scholes menyesali pernyataannya. Namun, dalam wawancara terbaru, ia tetap konsisten bahwa Martinez tidak cocok menjadi partner bagi Harry Maguire maupun Matthijs de Ligt.

“Saya pikir mereka membutuhkan pemain yang lebih dominan, lebih cepat, lebih kuat, dan mampu mengambil bola serta memberi perintah kepada rekan setimnya,” kata Scholes. “Contohnya, Jaap Stam atau Rio Ferdinand. Martinez memang bisa bermain sepak bola, namun apakah dengan dia kita dapat memenangkan Premier League dan Liga Champions? Saya rasa tidak.”

Meski keras pada Martinez, Scholes menegaskan bahwa ia tidak akan memaksa penjualan pemain tersebut. “Saya mungkin akan tetap menyimpannya,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa ia akan mempertimbangkan penjualan Leny Yoro dan Patrick Dorgu yang menurutnya belum menunjukkan progres yang cukup untuk bersaing di level senior.

  • Nama pemain yang diusulkan untuk dijual: Leny Yoro, Patrick Dorgu.
  • Alasan: Kurangnya kontribusi signifikan di tim utama.
  • Potensi pengganti: Pemain bertahan dengan profil lebih fisik dan pengalaman internasional.

Di luar isu internal United, Scholes juga mengalihkan perhatian publik kepada bintang muda Arsenal, Max Dowman. Pemain berusia 16 tahun tersebut telah mencatatkan rekor sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League serta menjadi pemain termuda yang tampil di perempat final Liga Champions. Scholes memuji Dowman dengan istilah “unbelievable” dan menekankan bahwa talenta tersebut layak mendapatkan panggung internasional.

“Bagaimana kualitas Max Dowman? Dia luar biasa. Lihat apa yang Spanyol lakukan dengan Lamine Yamal, mereka langsung memasukkannya ke skuad nasional. Saya rasa Thomas Tuchel adalah tipe pelatih yang berani memberi kesempatan kepada pemain muda seperti Dowman,” ujar Scholes pada podcast tersebut.

Menurut Scholes, Dowman memiliki kemampuan menembus pertahanan lawan, kecepatan, dan insting gol yang belum pernah terlihat pada pemain seumurannya. Ia menambahkan bahwa tidak ada pemain Inggris lain yang memiliki kemampuan serupa saat ini, sehingga menempatkan Dowman sebagai pilihan utama bahkan jika harus mengorbankan pemain lain seperti Cole Palmer atau Bukayo Saka.

Reaksi publik dan kalangan analis pun beragam. Beberapa menganggap dukungan Scholes sebagai dorongan moral yang penting bagi Dowman, sementara yang lain mempertanyakan kesiapan pemain remaja tersebut menghadapi tekanan turnamen dunia. Namun, Scholes tetap tegas, mencontohkan contoh Michael Owen yang berangkat ke Piala Dunia pada usia muda dan memperoleh pengalaman berharga meski tidak bermain banyak.

Thomas Tuchel, pelatih kepala tim nasional Inggris, belum memberikan komentar resmi mengenai usulan Scholes. Namun, dalam beberapa wawancara sebelumnya, Tuchel dikenal terbuka terhadap integrasi pemain muda yang menunjukkan performa konsisten di level klub.

Kesimpulannya, Paul Scholes mempertegas dua agenda penting: memperbaiki lini pertahanan Manchester United dengan mempertimbangkan penjualan pemain muda yang belum memenuhi harapan, serta mengadvokasi masuknya Max Dowman ke skuad Piala Dunia 2026. Pernyataan ini menambah dinamika diskusi tentang strategi transfer United serta kebijakan seleksi nasional, sekaligus menyoroti peran mantan pemain legendaris dalam memengaruhi kebijakan klub dan timnas.

Leave a Comment