IPD – 19 Mei 2026 | Puasa Dzulhijjah merupakan salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan dalam bulan Dzulhijjah. Bulan ini dikenal karena dua peristiwa besar dalam agama Islam: Hari Raya Kurban dan pelaksanaan ibadah haji. Supaya ibadah kita berjalan dengan sah dan mantap, penting bagi kita untuk memahami hukum pelaksanaannya serta melihat jadwal resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Menurut pengumuman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui hasil Sidang Isbat, pemerintah telah menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026 Masehi. Keputusan ini diambil secara mufakat berdasarkan hasil rukyatul hilal yang terkonfirmasi di berbagai titik pemantauan.
Berdasarkan ketetapan tersebut, berikut adalah urutan jadwal puasa Dzulhijjah 2026. Hukum melaksanakan puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah adalah sunnah. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi SAW yang menyatakan bahwa tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk beribadah selain pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Keutamaannya pun sangat luar biasa, di antaranya pahala puasa dzulhijjah yang dilipatgandakan, penghapusan dosa, dan hari pembebasan dari siksa neraka. Adapun niat puasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah adalah sebagai berikut: نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى, yang artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ”.
Niat ini dibacakan ketika malam hari setelah matahari terbenam sampai terbit fajar. Jika lupa belum niat pada waktu tersebut, maka masih boleh berpuasa dan wajib niat puasa Dzulhijjah hingga waktu Dzuhur tiba. Hal tersebut boleh dilakukan dengan syarat belum melakukan apa yang membatalkan puasa.
Waktu pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah adalah pada tanggal 1-9 Dzulhijjah. Khusus tanggal 8 Dzulhijjah dinamakan puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Dzulhijjah dinamakan puasa Arafah.
Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak aktivitas keagamaan seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bertasbih, menjalin silaturahim, dan menjalankan puasa. Dengan memahami tata cara berpuasa yang benar sesuai tuntunan syariat, kita dapat memastikan bahwa lapar dan dahaga yang kita tahan tidak berujung sia-sia, melainkan bernilai pahala yang berlipat ganda di sisi-Nya.
Sebagai pelengkap kesempurnaan ibadah, melantunkan doa berbuka yang sahih menjadi penutup manis dari perjuangan menahan diri seharian penuh. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan memperoleh pahala yang lebih banyak.
Kesimpulan, puasa Dzulhijjah merupakan amalan utama yang sangat dianjurkan dalam bulan Dzulhijjah. Dengan memahami hukum pelaksanaannya, jadwal resmi, dan tata cara berpuasa yang benar, kita dapat memperoleh pahala yang lebih banyak dan meningkatkan kualitas ibadah kita.
