IPD – 02 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba kembali di tanah air pada dini hari Kamis 2 April 2026 setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan. Pesawat Garuda Indonesia-1 mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 00.01 WIB. Kedatangan sang Presiden disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara, Herindra.
Selama di Jepang, Prabowo menghabiskan tiga hari, dari 29 hingga 31 Maret 2026, untuk memperkuat hubungan bilateral. Pada 30 Maret, ia melakukan kunjungan kehormatan ke Istana Kekaisaran dan bertemu dengan Kaisar Naruhito. Kedua pemimpin membahas isu-isu strategis, termasuk kerja sama dalam mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan investasi hijau. Pertemuan tersebut diikuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama bernilai sekitar 23,63 miliar dolar Amerika Serikat, yang setara dengan lebih dari Rp380 triliun.
Hari berikutnya, Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, di Istana Akasaka. Diskusi difokuskan pada sektor teknologi tinggi, energi terbarukan, serta peningkatan aliran investasi langsung. Kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama dalam bidang kecerdasan buatan, robotika, dan infrastruktur transportasi masa depan. Forum bisnis Jepang-Indonesia yang diadakan bersamaan menjadi ajang bagi ribuan pengusaha Jepang menegaskan minat mereka untuk menanamkan modal di Indonesia.
Setelah menyelesaikan agenda di Tokyo, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Seoul pada 1 April 2026. Di Korea Selatan, ia bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung. Kedua pemimpin menandatangani sepuluh nota kesepahaman yang mencakup bidang ekonomi, pertahanan, serta pengembangan kecerdasan buatan. Kesepakatan tersebut menargetkan peningkatan perdagangan bilateral hingga 15 persen dalam dua tahun ke depan, serta kolaborasi dalam produksi semikonduktor dan teknologi 5G.
Kunjungan kerja ke Korea Selatan juga menyoroti rencana bersama dalam pengembangan sistem pertahanan udara dan pertukaran intelijen. Prabowo menekankan pentingnya memperkuat keamanan regional di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. Selain itu, kedua negara sepakat untuk meluncurkan pusat riset bersama yang akan fokus pada inovasi energi bersih dan transportasi ramah lingkungan.
Sesampainya di Indonesia, Prabowo sempat menyapa singkat Direktur Utama Garuda Indonesia sebelum melanjutkan ke mobil dinas Maung Indonesia-1. Dalam pernyataannya kepada wartawan, ia menilai kunjungan luar negeri sebagai “langkah strategis yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi dan inovasi di Asia”. Ia menambahkan bahwa nilai investasi yang berhasil diamankan selama kunjungan tersebut menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap stabilitas ekonomi dan kebijakan Indonesia.
Para pengamat menilai bahwa pertemuan dengan Kaisar Naruhito menandai kedekatan budaya sekaligus membuka peluang kerjasama di bidang pelestarian warisan budaya dan pariwisata. Sementara itu, kesepakatan dengan Korea Selatan dipandang sebagai katalisator bagi percepatan transformasi digital Indonesia, khususnya dalam adopsi teknologi 5G dan pengembangan ekosistem startup. Kedepannya, pemerintah diperkirakan akan menggelar forum bilateral lanjutan untuk mengimplementasikan detail teknis dari semua nota kesepahaman yang telah ditandatangani.
Dengan rangkaian pertemuan tingkat tinggi dan penandatanganan investasi bernilai ratusan triliun rupiah, lawatan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas jaringan diplomatik dan ekonomi. Keberhasilan diplomasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik regional serta menarik lebih banyak investasi asing langsung di masa depan.
