Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi: 12 Korban Luka Serius, 14 Rumah Hangus, Api Dipadamkan Setelah 5 Jam

IPD – 02 April 2026 | Rangkaian api yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu malam, 1 April 2026, berhasil dipadamkan pada dini hari setelah melibatkan lebih dari seratus personel pemadam kebakaran dan aparat keamanan setempat. Kebakaran yang pertama kali terdeteksi sekitar pukul 21.30 WIB ini menimbulkan kerusakan luas pada fasilitas SPBE seluas kira-kira 1.500 meter persegi serta menimbulkan dampak signifikan bagi pemukiman warga sekitar.

Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota, Kompol Kusumo Wahyu Bintoro, tim pemadam kebakaran menghabiskan waktu sekitar lima jam untuk mengendalikan api. Selama proses pemadaman, petugas harus menghadapi beberapa ledakan keras yang diduga berasal dari tabung gas di dalam gudang. Ledakan tersebut memperparah penyebaran api dan memperpanjang durasi penanggulangan. Akhirnya, satu tabung raksasa berkapasitas 50.000 liter berhasil diamankan agar tidak meledak, sehingga potensi bencana yang lebih besar dapat dihindari.

Akibat kebakaran, sebanyak 12 orang, terdiri dari warga sekitar dan karyawan SPBE, mengalami luka bakar serius dengan luas luka mencapai 60 hingga 70 persen. Semua korban dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Bekasi dan masih berada dalam perawatan intensif. Kapolres Kusumo Wahyu menegaskan bahwa hingga kini tidak ada laporan korban jiwa, namun pihak berwenang terus memantau kondisi kesehatan para korban.

Kerusakan materiil tidak hanya terbatas pada fasilitas SPBE. Sebanyak 14 bangunan, termasuk rumah tinggal dan kios usaha, dilaporkan hangus total. Beberapa rumah warga yang berjarak hingga 200 meter dari titik kebakaran juga terbakar, menimbulkan kepanikan massal di lingkungan padat penduduk tersebut. Warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi api terlihat berlarian menyelamatkan diri sambil membawa barang berharga, sebagaimana terlihat dalam rekaman video yang beredar di media sosial.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Babihoe, yang turut meninjau lokasi, mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut menyentuh radius yang jauh dari titik pusat ledakan. Ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, terutama mereka yang tergolong tidak mampu. “Kami akan survei dan menilai kerusakan, serta menyiapkan bantuan material bagi warga yang rumahnya rusak,” ujarnya.

Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, menambahkan bahwa sebagian besar penghuni rumah yang terbakar telah mengungsi secara mandiri ke rumah saudara di daerah lain. Pemerintah kecamatan telah menyiapkan posko darurat untuk menerima laporan kerusakan material dan membantu warga yang membutuhkan bantuan tambahan. “Posko ini menjadi titik koordinasi bagi warga yang membutuhkan bantuan, namun banyak yang memilih mengungsi ke tempat saudara,” kata Nachrowi.

Petugas pemadam kebakaran, yang dikerahkan dari berbagai pos pemadam di wilayah Jabodetabek, bekerja secara terkoordinasi dengan warga setempat. Mereka menggunakan teknik pemadaman khusus untuk mengatasi kebakaran gas LPG, termasuk penutupan sumber aliran gas dan penyemprotan busa kimia. Upaya bersama antara aparat dan masyarakat berhasil meminimalisir penyebaran api ke area pemukiman yang lebih luas.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi faktor pemicu, apakah disebabkan oleh kegagalan peralatan, kesalahan prosedur, atau faktor eksternal lainnya. Sementara itu, pihak SPBE dijadwalkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan prosedur operasional guna mencegah terulangnya insiden serupa.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan luas terkait keamanan penyimpanan dan distribusi LPG di wilayah perkotaan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat memperketat regulasi serta meningkatkan pengawasan pada fasilitas-fasilitas sejenis, mengingat potensi bahaya yang sangat tinggi jika terjadi kebocoran atau ledakan.

Dengan berakhirnya kebakaran setelah lima jam pertempuran melawan api, fokus kini beralih pada penanganan korban, pemulihan infrastruktur, serta upaya pencegahan di masa depan. Semua pihak terkait berkomitmen untuk mempercepat proses rehabilitasi dan memastikan keselamatan masyarakat Bekasi tetap menjadi prioritas utama.

Leave a Comment