IPD – 17 April 2026 | Pound Sterling (GBP) melemah tipis pada sesi perdagangan Eropa hari Jumat, mencatat nilai GBP/USD berada di sekitar 1,3520. Meskipun data ekonomi domestik menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan, mata uang utama Inggris tetap tertekan karena perhatian investor beralih ke perkembangan geopolitik, khususnya kemungkinan terjadinya negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris untuk bulan Februari menunjukkan pertumbuhan bulanan sebesar 0,5 persen, melampaui ekspektasi ekonomi yang hanya memproyeksikan kenaikan 0,1 persen. Kenaikan tersebut menandakan adanya momentum positif dalam aktivitas ekonomi Inggris setelah periode ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah. Namun, analis dari Deutsche Bank dan ING memperingatkan bahwa data ini mungkin bersifat sementara, mengingat dampak perang Iran yang baru saja dimulai pada akhir Februari dapat dengan cepat menurunkan kepercayaan konsumen dan pelaku usaha.
Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menegaskan bahwa dunia kini menghadapi “kejutan energi yang sangat besar” yang berpotensi mendorong inflasi ke tingkat yang lebih tinggi. Ia menambahkan bahwa Bank of England tidak akan terburu‑buru menaikkan suku bunga, melainkan akan menunggu gambaran yang lebih jelas mengenai tekanan harga dan perkembangan geopolitik. Pernyataan tersebut sejalan dengan peringatan Dana Moneter Internasional (IMF) yang mengimbau BoE untuk tidak mempercepat pengetatan kebijakan moneter di tengah ketegangan di Timur Tengah.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pada hari Kamis bahwa Washington dan Tehran berada “sangat dekat” untuk mencapai kesepakatan, dengan harapan negosiasi dapat dilanjutkan pada akhir pekan ini. Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan gencatan senjata 10‑hari antara Israel dan Lebanon, yang memberi harapan akan meredam eskalasi konflik. Jika kesepakatan tercapai, aset‑aset berisiko seperti Pound Sterling diperkirakan akan mendapat dorongan, mengingat aliran modal kembali ke mata uang yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dolar Amerika.
Para pedagang valuta asing kini tengah memantau dua faktor utama: data ekonomi domestik Inggris dan prospek penyelesaian konflik antara AS dan Iran. Sementara data PDB yang kuat dapat menjadi bahan bakar bagi GBP, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi beban utama yang menahan penguatan mata uang. Sebagai contoh, indeks volatilitas (VIX) tetap berada pada level tinggi, menandakan bahwa pasar masih memperhitungkan risiko tambahan yang dapat memicu pergerakan tajam.
Selain faktor-faktor makro, struktur pasar Pound Sterling juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter BoE. Bank sentral Inggris menargetkan inflasi sekitar 2 persen sebagai indikator stabilitas harga. Jika inflasi tetap berada di atas target, BoE kemungkinan akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga, yang biasanya menguatkan GBP karena menarik aliran dana asing. Sebaliknya, bila pertumbuhan melambat dan inflasi turun, BoE dapat menurunkan suku bunga untuk merangsang kredit dan investasi, yang pada gilirannya dapat menurunkan nilai GBP.
- GBP/USD diperdagangkan di kisaran 1,3520 pada awal sesi Eropa.
- PDB Inggris naik 0,5 % MoM pada Februari, melampaui perkiraan 0,1 %.
- Presiden AS menyatakan negosiasi dengan Iran dapat dilanjutkan akhir pekan ini.
Jika negosiasi AS‑Iran menghasilkan gencatan senjata yang berkelanjutan, risiko geopolitik akan berkurang, memungkinkan investor beralih kembali ke aset‑aset berisiko seperti Pound Sterling. Sebaliknya, jika pembicaraan terhenti atau konflik meluas, GBP dapat kembali mengalami tekanan, mengingat dolar Amerika biasanya menguat dalam situasi ketidakpastian global.
Secara keseluruhan, pergerakan Pound Sterling pada minggu ini mencerminkan keseimbangan antara data ekonomi domestik yang positif dan dinamika geopolitik yang masih belum pasti. Trader dan analis diperkirakan akan terus memantau pernyataan resmi dari BoE, data ekonomi lanjutan, serta perkembangan diplomatik antara Washington dan Tehran sebelum mengambil keputusan posisi jangka pendek atau menengah di pasar forex.
