IPD – 02 April 2026 | Persib Bandung kembali menjadi sorotan publik usai terungkap bahwa klub maung biru berpeluang menerima dana signifikan dari FIFA. Dana tersebut tidak datang dari sponsor komersial atau penjualan tiket, melainkan melalui program bantuan keuangan resmi FIFA yang ditujukan bagi klub-klub yang memiliki pemain yang berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Keberadaan bek asal Irak, Frans Putros, dalam skuad nasional Irak menjadi faktor kunci yang membuka peluang finansial bagi Persib.
FIFA menyiapkan Club Benefit Programme untuk musim kompetisi 2026/2027, dengan total alokasi dana mencapai 355 juta dolar Amerika Serikat atau setara kurang lebih enam triliun rupiah. Program ini memberi kompensasi kepada klub yang mengirimkan pemainnya ke ajang paling bergengsi di dunia sepak bola. Kompensasi diberikan baik untuk pemain yang berperan di fase kualifikasi maupun yang terpilih masuk skuad final di putaran final Piala Dunia.
Frans Putros tercatat masuk dalam daftar 23 pemain Tim Nasional Irak pada laga playoff antarkonfederasi melawan Bolivia pada 1 April 2026. Meski tidak menjejakkan kaki di lapangan, posisinya sebagai bek serbaguna tetap tercatat sebagai bagian resmi skuad. Jika Putros masuk dalam skuad akhir Irak untuk babak grup Piala Dunia, Persib akan berhak atas bagian dari total dana FIFA. Besaran tepat yang akan diterima Persib belum dipublikasikan secara rinci, namun perkiraan berdasarkan proporsi pemain yang terlibat memperkirakan nilai yang dapat mencapai puluhan miliar rupiah.
Selain Frans Putros, Persib memiliki sejumlah pemain lain yang turut berkontribusi dalam proses kualifikasi Piala Dunia 2026. Di antaranya Thom Haye, Eliano Reijnders, Beckham Putra, dan Marc Klok yang masing-masing pernah mengenakan seragam Timnas Indonesia. Bahkan eks pemain Persib, Daisuke Sato dan Kevin Ray Mendoza, berpartisipasi bersama Timnas Filipina dalam babak kualifikasi. Semua nama ini menambah peluang Persib untuk memperoleh bagian dana yang lebih besar, karena FIFA mengalokasikan dana tidak hanya berdasarkan pemain yang masuk final, tetapi juga pemain yang berperan dalam proses kualifikasi.
Program ini memiliki mekanisme yang relatif sederhana. Setelah Timnas yang bersangkutan berhasil lolos ke Piala Dunia, FIFA akan mengirimkan laporan resmi kepada masing-masing federasi nasional, yang kemudian menyalurkan data pemain kepada klub terkait. Klub kemudian mengajukan klaim administratif yang berisi rincian pemain, kontrak, serta bukti partisipasi dalam kompetisi resmi FIFA. Setelah diverifikasi, dana akan dicairkan ke rekening klub.
Perbandingan dengan klub lain di Super League Indonesia juga menarik. Persija Jakarta, misalnya, berpeluang mengajukan klaim melalui FIFA Club Protection Programme (CPP) karena penyerang asal Belanda, Mauro Zijlstra, mengalami cedera serius saat memperkuat Timnas Indonesia pada FIFA Series 2026. Jika cedera mengakibatkan absen lebih dari 28 hari, Persija dapat menerima kompensasi hingga 7,5 juta euro atau sekitar Rp146 miliar. Sementara itu, Persib tidak mengandalkan klaim cedera, melainkan pada program benefit yang menargetkan pemain yang berpartisipasi di Piala Dunia.
Potensi dana yang akan masuk ke kantong Persib menjadi topik perbincangan di kalangan analis keuangan klub. Jika total dana FIFA sebesar 355 juta dolar dibagi secara proporsional kepada semua klub yang memiliki pemain di Piala Dunia, nilai yang diterima Persib dapat berkisar antara 30 hingga 80 miliar rupiah, tergantung pada jumlah pemain yang terlibat dan fase kompetisi mereka. Angka ini akan menjadi suntikan besar bagi anggaran operasional Persib, terutama dalam persiapan kompetisi Super League 2025/2026 dan transfer pemain.
Namun, terdapat syarat penting yang harus dipenuhi. Persib hanya akan menerima dana jika Frans Putros dan pemain lainnya secara resmi tercatat dalam skuad akhir Timnas Irak pada fase grup. FIFA juga menuntut kepatuhan pada regulasi keuangan dan transparansi dalam penggunaan dana. Klub harus menyusun laporan penggunaan dana yang dapat diaudit oleh FIFA dan federasi nasional.
Secara keseluruhan, peluang Persib untuk mendapatkan puluhan miliar rupiah dari FIFA merupakan contoh nyata bagaimana keberhasilan internasional pemain dapat berdampak pada keuangan klub domestik. Jika semua persyaratan terpenuhi, dana tersebut tidak hanya akan memperkuat neraca keuangan Persib, tetapi juga dapat dialokasikan untuk pengembangan akademi, infrastruktur, serta perbaikan skuad utama menjelang musim kompetisi berikutnya.
Dengan demikian, keberadaan Frans Putros di panggung dunia tidak hanya menambah kebanggaan bagi pendukung Persib, tetapi juga membuka peluang finansial yang signifikan. Persib kini menantikan konfirmasi resmi dari FIFA dan Timnas Irak, sambil mempersiapkan strategi penggunaan dana yang optimal untuk mengukir prestasi lebih tinggi di kompetisi domestik dan regional.
