IPD – 18 April 2026 | Joko Anwar kembali menggebrak layar lebar Indonesia dengan pengumuman resmi mengenai film ketiga dari franchise horor populer, Pengabdi Setan 3: Origin. Teaser singkat yang ditayangkan di awal film Ghost in the Cell pada April 2026 menampilkan jadwal rilis 2027, menandai kelanjutan cerita yang telah memikat penonton sejak Pengabdi Setan (2017) dan Pengabdi Setan 2: Communion (2022).
Teaser tersebut memperlihatkan ombak yang memukul karang, sebuah mercusuar menyala di tengah kegelapan, dan tulisan “Pengabdi Setan 3: Origin – 2027”. Visual tersebut mengingatkan penonton pada latar rumah susun di Jakarta Utara yang menjadi titik awal teror dalam Pengabdi Setan 2. Kombinasi elemen laut dan mercusuar mengisyaratkan bahwa film ketiga akan kembali menelusuri asal‑usul kekuatan gelap yang mengintai wilayah pesisir, sekaligus menambah lapisan misteri pada mitologi seri.
Judul Origin menimbulkan spekulasi kuat bahwa film ini akan berfungsi sebagai prekuel, mengungkap latar belakang entitas setan yang menguasai keluarga Suwono. Pada akhir Pengabdi Setan 2, karakter Darminah (Asmara Abigail) dan Batara (Fachri Albar) muncul sekilas, memperlihatkan foto-foto lama yang menunjukkan mereka telah hidup cukup lama meski tampak muda. Penampilan singkat namun berdampak ini menambah rasa penasaran penonton tentang peran mereka dalam cerita selanjutnya.
Joko Anwar memang telah mengonfirmasi keterlibatan kedua aktor tersebut melalui media sosial pada April 2024. Fachri Albar mendapat balasan singkat “Baik. Tunggu di PS:O yaaa…” yang dipahami sebagai janji penampilan di film ketiga. Sementara Asmara Abigail menandai kepastian lewat unggahan video mercusuar berwarna abu‑kuning pada 16 April 2026, lengkap dengan caption “Sabar Darminah,” dan tetesan merah yang melambangkan darah. Kedua petunjuk ini memperkuat harapan bahwa Darminah dan Batara akan menjadi tokoh sentral, mungkin mengungkap garis keturunan atau ritual yang memicu teror di rumah susun.
Franchise Pengabdi Setan sendiri telah mencatat prestasi komersial luar biasa. Film pertama (2017) mencetak lebih dari 4,2 juta penonton, memecahkan rekor box office horor domestik. Sekuel Pengabdi Setan 2: Communion melampaui angka tersebut dengan hampir 6,4 juta penonton pada tahun 2022. Keberhasilan ini menegaskan antusiasme publik terhadap gaya visual gelap, narasi psikologis, dan kritik sosial yang disisipkan Joko Anwar dalam setiap karyanya.
Berikut rangkaian film Joko Anwar yang berkontribusi pada reputasi horor Indonesia:
- Pengabdi Setan (2017)
- Pengabdi Setan 2: Communion (2022)
- Ghost in the Cell (2026) – tempat teaser Origin muncul
Selain itu, film-film lain seperti Siksa Kubur (2024) dan Pengepungan di Bukit Duri (2025) menunjukkan kemampuan sutradara dalam menggabungkan elemen budaya, politik, dan mistik. Kecenderungan Joko Anwar untuk merilis film horor setiap lima tahun—2017, 2022, 2027—menjadi pola yang dinantikan oleh penggemar.
Berita resmi dari Rapi Films melalui kanal YouTube menegaskan bahwa Pengabdi Setan 3: Origin akan diproduksi dengan peningkatan kualitas teknis, termasuk efek visual yang lebih canggih dan desain produksi yang menonjolkan atmosfer laut dan karang. Joko Anwar sendiri menyatakan bahwa cerita akan mengeksplorasi “aspek cerita, storytelling, estetika, teknis, dan lainnya” lebih jauh dibandingkan dua film sebelumnya.
Dengan latar geografis yang berpotensi menampilkan wilayah pantai utara Jakarta, penonton dapat mengharapkan visual yang menegangkan serta elemen folklore lokal yang belum terjamah. Kombinasi antara latar rumah susun yang usang, mercusuar terpencil, dan legenda setan laut membuka peluang naratif baru untuk menggali rasa takut kolektif yang bersifat universal namun tetap berakar pada budaya Indonesia.
Kesimpulannya, Pengabdi Setan 3: Origin tidak hanya melanjutkan warisan horor franchise, melainkan berpotensi menjadi titik balik yang menghubungkan masa lalu dan masa depan cerita. Penantian hingga 2027 kini semakin terasa bermakna, mengingat petunjuk visual, konfirmasi aktor, dan ambisi kreatif Joko Anwar yang terus mendorong batas genre horor nasional.
