IPD – 18 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Shell Indonesia resmi mengumumkan pengangkatan Andri Pratiwa sebagai Presiden Direktur sekaligus Country Chair mulai 1 Mei 2026. Penunjukan ini menandai fase baru dalam strategi perusahaan energi asal Belanda, khususnya terkait dengan pengalihan jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) serta penguatan lini bisnis pelumas.
Andri Pratiwa, yang sebelumnya menjabat General Manager Lubricants Indonesia, akan tetap mempertahankan peran tersebut sambil memimpin keseluruhan operasi Shell di Indonesia. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026, ia menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan perusahaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
Pengalihan bisnis SPBU menjadi salah satu fokus utama dalam masa transisi kepemimpinan ini. Shell telah menjual sekitar 200 SPBU, termasuk 160 unit milik sendiri, kepada perusahaan patungan antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group Indonesia. Proses transfer kepemilikan diproyeksikan selesai pada tahun depan, sementara layanan di SPBU tetap beroperasi normal hingga proses finalisasi.
Berikut poin-poin utama yang diungkapkan Andri Pratiwa terkait arah bisnis Shell ke depan:
- Transisi SPBU: Shell akan tetap memasok bahan bakar ke mitra melalui perjanjian lisensi merek, meskipun tidak lagi mengelola jaringan SPBU secara langsung.
- Investasi pelumas: Pabrik pelumas Marunda di Jakarta Utara akan terus beroperasi dengan kapasitas 300 juta liter per tahun, dilengkapi dengan fasilitas manufaktur gemuk (grease) berkapasitas 2.000 ton per tahun.
- Penguatan rantai pasok: Terminal bahan bakar di Gresik, Jawa Timur, tetap aktif untuk memastikan kelancaran distribusi.
- Kolaborasi lintas sektor: Andri menekankan pentingnya kerja sama erat dengan pemerintah, pelanggan, dan masyarakat dalam mewujudkan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.
Pengalihan SPBU ini sejalan dengan strategi global Shell untuk menyederhanakan portofolio bisnis hilir dan memfokuskan kembali sumber daya pada segmen yang lebih menguntungkan, seperti pelumas dan solusi energi berbasis teknologi tinggi.
Sementara itu, Ingrid Siburian, mantan Presiden Direktur Shell Indonesia, akan beralih menjadi General Manager Mobility. Ia akan tetap memegang peran krusial dalam memastikan kelancaran operasional selama masa transisi.
Dalam konteks regulasi dan kebijakan energi nasional, langkah Shell ini mendapat perhatian positif dari otoritas terkait. Pemerintah Indonesia menilai bahwa pengalihan kepemilikan SPBU kepada pemain swasta dapat meningkatkan kompetisi serta memperluas jaringan distribusi bahan bakar, sementara fokus Shell pada pelumas mendukung kebutuhan industri manufaktur dan otomotif yang terus berkembang.
Analisis industri menilai bahwa investasi Shell di fasilitas Marunda dapat meningkatkan kapasitas produksi pelumas domestik hingga 15% dalam tiga tahun ke depan. Peningkatan produksi ini diprediksi akan menurunkan ketergantungan impor pelumas, memberikan efek domino pada sektor transportasi dan logistik.
Dengan Andri Pratiwa di pucuk pimpinan, Shell Indonesia menargetkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 8-10% selama periode 2026-2029, didorong oleh ekspansi produk pelumas dan layanan teknis berbasis digital. Perusahaan juga mengumumkan rencana pilot proyek energi terbarukan di beberapa wilayah, meskipun belum ada detail teknis yang dirilis.
Secara keseluruhan, langkah strategis ini mencerminkan adaptasi Shell terhadap dinamika pasar energi Indonesia yang semakin kompleks. Pengalihan SPBU dan fokus pada pelumas diharapkan dapat memperkuat posisi Shell sebagai pemain kunci dalam sektor energi dan industri, sekaligus membuka peluang baru bagi kolaborasi dengan perusahaan lokal dan internasional.
