IPD – 10 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memperkuat pengawasan di sektor jasa keuangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyepakati program literasi keuangan dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan bagi perempuan dan anak.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, mengatakan bahwa program ini ditujukan bagi perempuan karena peran mereka sangat penting dalam pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. OJK juga bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk menyinergikan potensi dan program kerja kedua lembaga.
Untuk meningkatkan literasi keuangan, OJK juga melakukan program edukasi keuangan sehingga tingkat melek finansial masyarakat dapat meningkat secara progresif. Implementasi dari nota kesepahaman tersebut dilakukan melalui beberapa program kegiatan, seperti penyampaian informasi secara tertulis dan lisan, sosialisasi dan edukasi tentang layanan dan produk lembaga keuangan, serta penyusunan modul materi keuangan yang terintegrasi.
Selain itu, OJK juga memperkuat pengawasan di sektor jasa keuangan dengan melakukan stress test secara berkala serta pemantauan terhadap risiko likuiditas, permodalan, kualitas aset, dan konsentrasi risiko. OJK juga terus memperkuat literasi dan pelindungan investor, menjaga integritas pasar, serta memperdalam pengembangan berbagai produk pasar modal.
OJK menilai bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada pada level yang menarik, didukung oleh valuasi pasar yang relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata historis maupun pasar regional, serta membaiknya kinerja emiten. OJK juga terus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui sejumlah program strategis dan prioritas, seperti peningkatan pembiayaan sektor jasa keuangan, penguatan ekosistem dan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan, serta pengembangan ekonomi hijau melalui penerapan nilai ekonomi karbon dan keuangan berkelanjutan.
Kesimpulan, OJK terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memperkuat pengawasan di sektor jasa keuangan. Dengan demikian, diharapkan sektor jasa keuangan dapat tetap stabil dan resilien, sekaligus semakin produktif serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
