IPD – 02 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan berfluktuasi pada perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2026). Pada perdagangan Senin (1/6/2026), nilai tukar rupiah ditutup menguat 76 poin terhadap dolar AS di tengah sentimen geopolitik global yang masih membayangi pasar keuangan. Mata uang Garuda berakhir di level Rp17.805 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.880 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah sempat mencapai 95 poin pada perdagangan hari ini sebelum akhirnya ditutup menguat 76 poin. Meski demikian, ia memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini masih akan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp 17.800-Rp 17.850 per dolar AS.
Pasalnya, dari faktor eksternal, pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi gencatan senjata permanen antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti. Meskipun kedua negara dilaporkan membahas perpanjangan gencatan senjata sementara serta pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, sejumlah isu utama masih belum terselesaikan.
Ketidakpastian tersebut diperparah oleh meningkatnya kekhawatiran mengenai keberadaan ranjau di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia. Kondisi ini dinilai berpotensi memperlambat normalisasi pasokan energi global meskipun jalur pelayaran kembali dibuka.
Di saat yang sama, eskalasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon turut meningkatkan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut mendorong harga minyak mentah kembali menguat dan memunculkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang tinggi dapat menghambat upaya pengendalian inflasi di Amerika Serikat.
Menurut Ibrahim, perhatian investor kini juga tertuju pada arah kebijakan moneter AS. Ekspektasi pasar yang sebelumnya mengarah pada pemangkasan suku bunga mulai bergeser setelah konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga energi.
“Pelaku pasar saat ini menunggu pidato para pejabat Federal Reserve serta sejumlah data ekonomi AS, terutama indikator pasar tenaga kerja, untuk mencari petunjuk mengenai prospek suku bunga ke depan,” ujar Ibrahim.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari mulai berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 36 Tahun 2023 mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam. Aturan yang efektif berlaku mulai 1 Juni 2026 itu mewajibkan eksportir SDA merepatriasi 100% DHE ke dalam negeri.
Untuk eksportir nonmigas, seluruh DHE wajib ditempatkan pada rekening khusus di perbankan nasional selama minimal 12 bulan. Sementara itu, eksportir migas diwajibkan menempatkan sedikitnya 30% DHE selama tiga bulan. Pemerintah juga membatasi konversi valas DHE ke rupiah maksimal 5%.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan valuta asing di pasar domestik sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2026 naik 1,99% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 127,73. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menjelaskan, kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (IT) meningkat lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayarkan petani (IB).
“Indeks harga yang diterima petani naik sebesar 2,53%, lebih tinggi dibandingkan peningkatan indeks harga yang dibayarkan petani yang naik sebesar 0,53%,” ujarnya.
Pudji menjelaskan, sejumlah komoditas menjadi pendorong utama kenaikan harga yang diterima petani secara nasional. Komoditas tersebut antara lain karet, gabah, kakao atau cokelat biji, serta bawang merah.
Berdasarkan data tersebut, sentimen positif juga datang dari sektor pariwisata. Media Singapura menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah dan serangkaian kejahatan jalanan baru-baru ini di Jakarta, dan video viral tentang perampokan yang menargetkan wisatawan. Namun, para turis Singapura dilaporkan tak terpengaruh dengan hal itu, karena mereka punya tujuan lain.
“Tidak ada waktu untuk takut — terlalu banyak belanja yang harus dilakukan,” canda Noraini Rahmat saat diwawancarai The Straits Times.
Perempuan berumur 52 tahun itu berada di Jakarta bersama dua saudara perempuannya untuk apa yang ia sebut sebagai “maraton belanja besar-besaran” dari tanggal 22 hingga 25 Mei.
Rencana perjalanan Noraini termasuk berburu barang murah untuk busana muslimah di pusat perbelanjaan Thamrin City di Jakarta Pusat, melihat-lihat merek lokal populer seperti Buttonscarves di mal-mal besar, dan menikmati kuliner di Blok M.
Mereka juga memaksimalkan jatah bagasi penerbangan 30 kg mereka dengan membawa kue lapis dan camilan lokal lainnya. Noraini mengatakan nilai tukar yang menguntungkan membuat perjalanan belanja terasa lebih berarti tahun ini.
Kesimpulan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berfluktuasi pada perdagangan hari ini. Faktor eksternal seperti perkembangan negosiasi gencatan senjata permanen antara Amerika Serikat dan Iran serta eskalasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon turut meningkatkan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sentimen positif juga datang dari mulai berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 36 Tahun 2023 mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan valuta asing di pasar domestik sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
