IPD – 09 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Minggu, 8 Maret 2026, mengundang seluruh mantan ajudan dan pengawal yang pernah mendampingi beliau saat bertugas di Kostrad dan Kopassus. Pertemuan hangat itu dilaksanakan di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Jawa Barat, dan diabadikan melalui unggahan resmi Sekretariat Kabinet di Instagram.
Suasana ruangan bergaya klasik dengan panel kayu cokelat tua, rak buku besar, serta sofa putih yang disusun berhadapan menciptakan nuansa yang kondusif untuk diskusi. Di salah satu dinding tampak sebuah bingkai foto berisi pedang, simbolik bagi latar belakang militer Presiden. Selama sesi, Prabowo berdialog secara santai dengan para mantan ajudan, beberapa di antaranya masih aktif berkarier di TNI, sementara yang lain telah pensiun dan kini bekerja di perusahaan pribadi milik Presiden.
Dalam sambutan singkatnya, Prabowo menekankan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan yang terbentuk selama masa dinas. “Kita telah melewati banyak tantangan bersama di Kostrad dan Kopassus. Silaturahmi ini bukan sekadar nostalgia, melainkan wujud komitmen untuk terus mendukung satu sama lain dalam membangun bangsa,” ujar Presiden.
Sejumlah cerita pribadi muncul selama pertemuan. Salah satu ajudan menceritakan bahwa putranya, yang dulu disekolahkan dengan bantuan Prabowo, kini telah menjadi sarjana dan telah menemukan pekerjaan tetap. Cerita tersebut menambah kehangatan suasana, menunjukkan bahwa hubungan profesional di masa lalu berlanjut menjadi ikatan kekeluargaan.
- Jumlah tamu: lebih dari 30 mantan ajudan dan pengawal.
- Mayoritas hadir dari wilayah Jawa Barat dan Sumatra, daerah asal tugas mereka ketika berada di Kostrad dan Kopassus.
- Beberapa tamu masih menjabat sebagai perwira tinggi di TNI, sementara lainnya kini menempati posisi strategis di perusahaan milik Presiden.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan keterangan resmi kepada media. Ia menjelaskan bahwa pertemuan ini bersifat informal, namun tetap mencerminkan kepedulian Presiden terhadap kesejahteraan dan perkembangan karier para mantan rekan. “Kami berharap ikatan ini dapat menjadi jaringan dukungan yang produktif, baik di sektor pertahanan maupun di bidang sipil,” papar Teddy.
Di luar agenda resmi, suasana terasa akrab. Para tamu saling bertukar cerita tentang operasi militer, pelatihan, hingga pengalaman pribadi di masa TNI. Diskusi kemudian beralih pada tantangan keamanan nasional yang dihadapi Indonesia saat ini, termasuk upaya modernisasi alutsista dan peningkatan kesiapan siber. Meskipun tidak ada keputusan politik yang diambil, pertemuan tersebut menegaskan kembali nilai kebersamaan dan solidaritas di antara para veteran TNI.
Media yang meliput acara ini, termasuk detikNews, mencatat bahwa pertemuan serupa jarang terjadi pada presiden yang masih aktif di dunia politik. Hal ini menambah dimensi baru pada citra Prabowo sebagai pemimpin yang menghargai sejarah militernya sekaligus membuka ruang bagi kolaborasi lintas sektor.
Secara keseluruhan, momen silaturahmi di Hambalang menegaskan kembali komitmen Prabowo Subianto untuk menjaga jaringan persahabatan yang terbentuk selama tiga dekade karier militernya. Dengan mengundang kembali para ajudan dan pengawal, Presiden tidak hanya menatap masa lalu, tetapi juga menyiapkan landasan bagi sinergi masa depan antara dunia pertahanan dan sektor ekonomi.
