IPD – 19 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar serangkaian pertemuan penting di Istana Merdeka pada pekan pertama Maret 2026. Dimulai dengan undangan kepada mantan presiden dan wakil presiden, agenda tersebut berlanjut dengan kedatangan Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, serta seluruh menteri kabinet dalam sebuah sidang kabinet paripurna yang menegaskan komitmen pemerintah terhadap sinergi lintas generasi politik.
Latar Belakang Pertemuan
Pada Selasa, 3 Maret 2026, Prabowo mengundang enam mantan pemimpin negara, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden ke-6), Joko Widodo (Presiden ke-7), serta tiga mantan wakil presiden: Jusuf Kalla (Wapres ke-10 dan ke-12), Boediono (Wapres ke-11), dan Ma’ruf Amin (Wapres ke-13). Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa pertemuan itu bertujuan mempererat silaturahmi serta bertukar pandangan mengenai tantangan geopolitik dan kebijakan strategis nasional.
Daftar Tokoh yang Diundang
- Presiden ke-6: Susilo Bambang Yudhoyono
- Presiden ke-7: Joko Widodo
- Wapres ke-10 & ke-12: Jusuf Kalla
- Wapres ke-11: Boediono
- Wapres ke-13: Ma’ruf Amin
- Presiden ke-5: Megawati Soekarnoputri (kedatangan 19 Maret 2026)
- Ketua DPR RI: Puan Maharani
- Wakil Ketua DPR RI: Sufmi Dasco Ahmad
- Menteri Luar Negeri: Sugiono
- Menteri Sekretaris Negara: Prasetyo Hadi
Agenda Sidang Kabinet Paripurna
Setelah pertemuan dengan mantan pemimpin, Presiden Prabowo memimpin sidang kabinet paripurna pada Jumat, 13 Maret 2026, yang kemudian diikuti oleh pertemuan lanjutan dengan Megawati pada Kamis, 19 Maret 2026. Sidang tersebut membahas tiga pilar kebijakan utama:
- Pembangunan Perumahan Nasional – Pemerintah menekankan percepatan penyediaan rumah layak dengan memanfaatkan lahan BUMN yang, menurut Prabowo, “milik rakyat dan tidak boleh diperdagangkan”.
- Kebijakan Ekonomi Makro – Diskusi mencakup stabilitas nilai tukar, inflasi, serta strategi investasi asing di tengah dinamika pasar global.
- Keamanan dan Geopolitik – Mengingat situasi regional yang berubah, para pemimpin membahas kebijakan pertahanan, hubungan luar negeri, serta peran Indonesia dalam forum ASEAN.
Reaksi Publik dan Analisis Pakar
Keputusan Prabowo mengundang tokoh politik lintas generasi mendapat sambutan beragam. Sebagian kalangan menilai langkah tersebut sebagai upaya memperkuat konsensus nasional menjelang pemilu mendatang, sementara yang lain mempertanyakan efektivitas dialog tertutup tanpa keterlibatan media. Pengamat politik menekankan bahwa pertemuan dengan Megawati, pemimpin PDIP, mencerminkan keinginan pemerintah untuk menyeimbangkan kepentingan partai besar dalam proses legislasi.
Di media sosial, tagar #SilaturahmiBangsa dan #SidangKabinetMerdeka menjadi trending pada hari pertemuan. Banyak netizen mengapresiasi suasana “hangat dan kekeluargaan” yang terlihat dalam foto-foto resmi, terutama saat Prabowo, Megawati, Puan Maharani, dan Sufmi Dasco duduk bersama di satu sofa.
Kesimpulan
Pertemuan yang melibatkan mantan presiden, megawati, serta seluruh menteri kabinet menandai fase baru dalam diplomasi dalam negeri Indonesia. Dengan agenda yang mencakup pembangunan perumahan, stabilitas ekonomi, dan kebijakan keamanan, pemerintah berupaya menggalang dukungan lintas spektrum politik. Meskipun proses berlangsung secara tertutup, sinyal kuat tentang keinginan membangun konsensus nasional dapat dirasakan oleh pengamat dan publik. Keberhasilan sidang kabinet ini akan menjadi indikator utama kemampuan Presiden Prabowo mengintegrasikan visi strategis dengan aspirasi partai-partai politik utama menjelang pemilihan umum berikutnya.
