IPD – 12 Maret 2026 | Teheran pada Selasa malam (10/3/2026) meluncurkan gelombang serangan rudal balistik terbesar sejak konflik dimulai, menandai serangan ke-22 dalam rangkaian operasi “True Promise 4”. Rudal Khorramshahr‑4 berkapasitas hulu ledak 2 ton ditembakkan menuju beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah serta target strategis Israel. Peluncuran ini menjadi balasan langsung atas serangan gabungan Israel‑AS yang dilaporkan terjadi beberapa hari sebelumnya.
Rincian Peluncuran dan Target
Menurut pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serangan melibatkan beragam tipe rudal strategis, termasuk Fattah, Emad, Kheibar Shekan, Khorramshahr, dan Qadr. Rudal Khorramshahr‑4, yang memiliki jangkauan hingga 2.000 km dan hulu ledak seberat 2 ton, diarahkan ke pangkalan AS di Al Udeid (Qatar), Camp Arifjan (Kuwait), serta fasilitas militer di Irak. Di sisi Israel, satu rudal berhasil menembus pertahanan udara dan jatuh di daerah tak berpenghuni dekat Beit Shemesh, barat Yerusalem, memicu sirene peringatan massal di seluruh wilayah Yudea‑Samaria.
Respon Israel: Klaim Penetrasi dan Penghancuran Bunker
Militer Israel (IDF) mengkonfirmasi bahwa sistem pertahanan C‑Radar berhasil men intercept sebagian besar proyektil, namun mengakui satu rudal berukuran besar menabrak zona terbuka dekat Beit Shemesh. Dalam laporan singkat, IDF menyatakan bahwa pasukan khusus berhasil menembus area bunker yang konon menjadi tempat pertemuan tertinggi Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dan menghancurkannya dengan serangan udara presisi. Klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen, namun menambah ketegangan politik antara kedua negara.
Dampak pada Populasi Sipil
Sirene peringatan terdengar hingga ke wilayah utara Israel, Bahrain, dan Arab Saudi, menandakan kemungkinan peluncuran tambahan dari wilayah Lebanon. Tim penjinak bom Israel melakukan pencarian di distrik Yerusalem, sementara otoritas Arab Saudi melaporkan berhasil men intercept enam rudal balistik yang ditujukan ke pangkalan udara Pangeran Sultan di wilayah timur negara tersebut. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa di wilayah yang terkena dampak langsung, namun luka-luka ringan dilaporkan pada warga sipil yang terpaksa berlindung di ruang bawah tanah.
Reaksi Internasional
Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan bahwa pasukannya telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau Iran di Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan rudal. Presiden Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi, sementara Sekretaris Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Iran tidak akan menurunkan hulu ledak di bawah satu ton, menandakan eskalasi yang lebih berat di masa depan.
Analisis Strategis
- Teknologi Rudal: Khorramshahr‑4 menggabungkan mesin bahan bakar cair hypergolic, kemampuan hipersonik hingga Mach 16 di luar atmosfer, dan sistem pemandu terintegrasi yang memperpendek waktu reaksi pertahanan musuh.
- Tujuan Politik: Penyerangan terhadap bunker yang dikaitkan dengan Ali Khamenei mencerminkan upaya Israel untuk melemahkan simbol kepemimpinan Iran dan menekan Tehran agar menghentikan operasi militer.
- Implikasi Regional: Serangan ke pangkalan AS di Qatar, Kuwait, dan Irak menandai pergeseran fokus Iran dari konflik bilateral dengan Israel ke konfrontasi yang lebih luas melibatkan kehadiran militer Barat di Teluk.
Meski kedua belah pihak menegaskan bahwa mereka siap melanjutkan operasi militer, tidak ada indikasi de‑eskalasi dalam waktu dekat. Ketegangan yang terus memuncak ini meningkatkan risiko konflik meluas, terutama jika pihak ketiga seperti Arab Saudi atau Uni Emirat Arab terlibat secara langsung.
Secara keseluruhan, serangan ke-22 ini menegaskan kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal berkapasitas tinggi secara simultan, sementara klaim Israel atas penghancuran bunker Ali Khamenei menambah dimensi politik yang sensitif dalam konflik yang sudah berlangsung lama. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari masing‑masing pihak, dengan harapan internasional agar diplomasi dapat mencegah pertempuran yang lebih luas.
