Pentagon Ungkap Konflik AS‑Iran Bisa Berlangsung Lebih Dari 100 Hari, Hoaks Pemakaman Khamenei Dipatahkan

IPD – 09 Maret 2026 | Jakarta, 8 Maret 2026 – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempercepat penambahan personel, anggaran, dan perlengkapan militer untuk mendukung operasi gabungan dengan Israel melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026. Operasi yang awalnya diproyeksikan berlangsung selama empat hingga lima minggu kini diperkirakan dapat meluas hingga 100 hari, bahkan berpotensi berlanjut hingga September, menurut dokumen internal Pentagon yang diperoleh POLITICO.

Dokumen Pentagon mengungkap persiapan jangka panjang

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) meminta penempatan tambahan perwira intelijen militer di markasnya di Tampa, Florida. Penambahan tenaga intelijen ini bertujuan untuk memproses citra satelit, sinyal komunikasi yang disadap, rekaman drone, serta laporan lapangan, sehingga dapat menentukan sasaran serangan dan memantau pergerakan pihak lawan secara berkelanjutan.

Pernyataan pejabat AS

Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada konferensi pers tanggal 4 Maret 2026 mengatakan, “Kamu bisa bilang empat minggu, tapi bisa jadi enam, bisa jadi delapan, bisa jadi tiga. Pada akhirnya, kami yang menentukan kecepatan dan tempo.” Pernyataan ini menggarisbawahi fleksibilitas waktu operasi yang masih dapat berubah sesuai dinamika medan perang. (Economic Times)

Respons Iran dan eskalasi militer

Serangan gabungan AS‑Israel menargetkan fasilitas keamanan strategis Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi serta sejumlah pejabat militer Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian drone dan rudal ke posisi militer AS serta sekutunya di kawasan Timur Tengah. Salah satu serangan drone menimpa fasilitas pelabuhan di Kuwait, menewaskan enam prajurit AS dan menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan sistem pertahanan di lokasi tersebut.

Selain itu, beberapa fasilitas diplomatik AS juga terdampak, sementara kekhawatiran muncul terkait potensi menipisnya cadangan amunisi militer bagi pasukan AS dan sekutunya.

Hoaks yang beredar di media sosial

Di tengah situasi yang memanas, beredar pula informasi palsu mengenai pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Cek Fakta Liputan6.com menegaskan bahwa video yang mengklaim menampilkan upacara pemakaman pada 2 Maret 2026 tidak benar, karena Khamenei belum dilaporkan meninggal pada tanggal tersebut. Penanganan hoaks menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kejelasan informasi bagi publik.

Dampak regional dan implikasi kebijakan

Persiapan jangka panjang Pentagon menandakan bahwa Amerika Serikat menyiapkan sumber daya untuk menghadapi kemungkinan balasan berkelanjutan dari Iran dan perubahan situasi keamanan di Timur Tengah selama beberapa bulan ke depan. Kenaikan anggaran militer serta penambahan personel intelijen mencerminkan strategi “persistence” yang bertujuan menjaga keunggulan taktis sekaligus menahan kemampuan Iran untuk melakukan serangan balik yang lebih luas.

Selain itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah memulai evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran, menjadwalkan proses dimulai pada 6 Maret 2026, sebagai respons terhadap memburuknya situasi keamanan.

Secara keseluruhan, dokumen Pentagon memperkuat keyakinan bahwa konflik AS‑Iran tidak akan berakhir dalam hitungan minggu, melainkan berpotensi menjadi konfrontasi yang berkepanjangan dengan implikasi geopolitik yang luas bagi kawasan Timur Tengah dan dunia.

Leave a Comment