IPD – 09 Maret 2026 | Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu pagi (8/3) menyebabkan genangan meluas, menenggelamkan 75 Rukun Tetangga (RT) dan 19 ruas jalan. Ketinggian air di titik‑titik terdampak bervariasi, ada yang mencapai 1,7 meter, menghambat mobilitas warga dan menimbulkan risiko kesehatan.
Rincian Wilayah Terdampak
Berikut data terperinci wilayah yang mengalami banjir, disusun berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta:
Jakarta Barat (22 RT)
- Kedaung Kali Angke: 4 RT, ketinggian 60–70 cm, penyebab curah hujan tinggi.
- Kedoya Selatan: 4 RT, ketinggian 30 cm, penyebab curah hujan tinggi.
- Kedoya Utara: 4 RT, ketinggian 20 cm, penyebab curah hujan tinggi.
- Sukabumi Selatan: 2 RT, ketinggian 100 cm, penyebab curah hujan tinggi.
- Joglo: 1 RT, ketinggian 65 cm, penyebab curah hujan tinggi.
- Kembangan Selatan: 5 RT, ketinggian 40–50 cm, penyebab curah hujan tinggi dan luapan Kali Bendungan Kali Pelopor.
- Kembangan Utara: 2 RT, ketinggian 60 cm, penyebab curah hujan tinggi dan luapan Kali Bendungan Kali Pelopor.
Jakarta Selatan (22 RT)
- Cilandak Barat: 1 RT, ketinggian 120 cm, penyebab curah hujan tinggi.
- Cipete Utara: 3 RT, ketinggian 170 cm, penyebab curah hujan tinggi.
- Petogogan: 12 RT, ketinggian 20 cm, penyebab curah hujan tinggi, luapan Kali Krukut dan Kali PHB Nipam.
- Pela Mampang: 1 RT, ketinggian 170 cm, penyebab curah hujan tinggi, luapan Kali Mampang.
- Duren Tiga: 3 RT, ketinggian 60–100 cm, penyebab curah hujan tinggi.
- Cilandak Timur: 2 RT, ketinggian 120 cm, penyebab curah hujan tinggi.
Jakarta Timur (31 RT)
- Kampung Melayu: 19 RT, ketinggian 130 cm, penyebab curah hujan tinggi.
- Halim Perdana Kusuma: 12 RT, ketinggian 25–70 cm, penyebab curah hujan tinggi.
Jalan yang Tergenang
- Jl. Srengseng Raya (Kel. Srengseng)
- Jl. Daan Mogot KM 13 (Kel. Rawa Buaya)
- Jl. Perumahan Green Garden (MCD) (Kel. Kedoya Utara)
- Jl. Meruya Selatan (Kel. Meruya Selatan)
- Jl. Daan Mogot (Depan Victoria) (Kel. Cengkareng Timur)
- Jl. Daan Mogot Halte Taman Kota (Kel. Kedaung Kali Angke)
- Jl. Kapten Pierre Tendean (Kel. Kuningan Barat)
- Jl. Cileduk Raya (Seskoal) (Kel. Cipulir)
- Jl. Cileduk Raya (Kolong ITC) (Kel. Cipulir)
- Jl. Cileduk Raya (Pom Bensin Shell) (Kel. Ulujami)
- Jl. Bintaro Permai Raya (H. Gari) (Kel. Pesanggrahan)
- Jl. Beo (Kel. Pesanggrahan)
- Jl. Swadarma Raya (Kel. Ulujami)
- Jl. Puri Kembangan (Depan SMK Budi Murni) (Kel. Kedoya Selatan)
- Jl. Kramat Raya (Kel. Tugu Utara)
- Jl. Rawa Indah RT 003 RW 003 (Kel. Pegangsaan Dua)
- Jalan Karet Pasar Baru Barat I (Kel. Karet Tengsin, Tanah Abang)
- Jalan Petamburan II (Kel. Petamburan, Tanah Abang)
- Jalan Bendungan Hilir (Kel. Bendungan Hilir, Tanah Abang)
Tindakan Penanggulangan dan Persiapan Pompa
Pihak BPBD DKI Jakarta mengerahkan tim lapangan untuk memantau kondisi genangan secara real‑time. Koordinasi intensif dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Satpol PP. Pompa air portable telah diposisikan di titik‑titik kritis, khususnya di daerah Kembangan Selatan, Cipete Utara, dan Kampung Melayu, guna mempercepat proses penyedotan air.
Selain itu, BPBD menyiapkan bantuan logistik bagi warga yang mengungsi, termasuk makanan, air bersih, dan kebutuhan medis. Nomor layanan darurat 112 terus dibuka 24 jam untuk menerima laporan dan memberikan pertolongan cepat.
Dengan upaya terpadu antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan relawan, diharapkan tingkat air dapat berkurang secara signifikan dalam beberapa jam ke depan, sehingga aktivitas warga dapat kembali normal.
Situasi ini mengingatkan pentingnya peningkatan sistem drainase dan pengelolaan wilayah aliran air di Jakarta, terutama mengingat perubahan iklim yang memperparah intensitas hujan deras.
