Gempa M5,3 di Laut Selatan Sukabumi: Getaran Dirasakan Hingga Garut, Tsunami Tidak Mengancam

IPD – 15 Maret 2026 | Jumat pagi tanggal 13 Maret 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMBM) Bandung mencatat terjadinya gempa tektonik dengan magnitudo 5,3 di wilayah laut selatan Kabupaten Sukabumi, tepatnya 121 kilometer tenggara titik pusat gempa dengan kedalaman 53 kilometer. Guncangan terjadi pada pukul 02.18 WIB dan langsung dirasakan di sejumlah wilayah sekitarnya, mulai dari Cidolog dan Ciracap di Tasikmalaya, hingga Cijati, Pagelaran, Sukanegara, Agrabinta, Sindangbarang, Garut, Cidahu, dan Cimanggu.

Laporan BMKG dan Analisis Teknis

Menurut Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh proses subduksi di zona konvergen lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser (strike‑slip), yang menandakan pergeseran horizontal antara lempeng. BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak memiliki potensi tsunami, mengingat episentrum berada jauh di laut dan kedalaman relatif yang masih tergolong dangkal.

Daerah‑daerah yang Merasakan Guncangan

Getaran terasa cukup kuat hingga menimbulkan kepanikan di beberapa desa. Warga di Cidolog, Tasikmalaya, melaporkan bahwa tanah bergetar seperti ada truk besar lewat. Di daerah Garut, terutama di Cidahu dan Cimanggu, penduduk sempat berhamburan keluar rumah untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural. Meski demikian, hingga saat laporan akhir, tidak ada laporan kerusakan bangunan signifikan atau korban jiwa.

Reaksi dan Langkah Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan provinsi Jawa Barat langsung mengaktifkan prosedur darurat. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan survei lapangan untuk menilai potensi dampak lanjutan, termasuk kemungkinan tanah longsor di daerah berkemiring tinggi. BPBD Cianjur juga memantau empat kecamatan terdekat karena guncangan terasa sampai ke wilayah tersebut.

Musim Kemarau dan Risiko Terkait

Dalam kesempatan yang sama, Teguh Rahayu menyampaikan perkiraan awal masuknya musim kemarau di Jawa Barat. Musim kering diperkirakan dimulai dari awal Maret hingga Juni 2026, dengan sebagian wilayah sudah mengalami penurunan curah hujan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi risiko kekeringan, kebakaran hutan, dan pengelolaan sumber daya air yang semakin ketat.

Data Gempa Terkini di Jawa Barat

  • 13 Mar 2026 – Magnitudo 5,3, laut selatan Sukabumi, kedalaman 53 km, tidak berpotensi tsunami.
  • 13 Mar 2026 – Magnitudo 5,4, daratan Sukabumi, warga berhamburan, gempa dangkal.
  • 15 Mar 2026 – Magnitudo 4,1, terasa hingga Cianjur, pemantauan BPBD.
  • 16 Feb 2026 – Magnitudo 2,5, Kota Sukabumi, kedalaman 110 km.
  • 16 Nov 2025 – Magnitudo 2,8, kedalaman 10 km.

Secara keseluruhan, gempa M5,3 ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap aktivitas tektonik di zona subduksi Jawa Barat. Meskipun tidak menimbulkan tsunami, dampak getaran terasa luas dan menimbulkan kepanikan sementara. Pemerintah daerah terus memantau kondisi tanah dan memastikan tidak ada kerusakan struktural yang mengancam keselamatan penduduk.

Dengan musim kemarau yang akan segera tiba, otoritas mengimbau warga untuk tetap memperhatikan peringatan dini, menghindari area yang rawan longsor, serta menyiapkan peralatan darurat. Kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci dalam mengurangi potensi kerugian bila terjadi gempa susulan atau bencana alam lainnya di masa mendatang.

Leave a Comment