Ribuan Wisatawan Tersandung Macet Mengular di Exit Tol Bocimi, Polisi Terapkan One‑Way untuk Redakan Lalu Lintas

IPD – 23 Maret 2026 | Pada akhir pekan pertama Lebaran 2026, jaringan jalan tol di kawasan Bogor‑Ciawi‑Sukabumi (Bocimi) kembali menjadi pusat perhatian publik. Antrean kendaraan mengular di Exit Tol Parungkuda dan Bocimi Seksi 3, sementara arus mudik yang didominasi wisatawan menuju Sukabumi menimbulkan kemacetan panjang. Polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Sukabumi melakukan serangkaian rekayasa, termasuk penutupan sementara, pengalihan ke Gerbang Tol Cigombong, serta penerapan sistem satu arah (one‑way) dari Simpang Ratu Cibadak hingga Exit Tol Parungkuda.

Volume Kendaraan Mencapai Rekor Selama Periode Mudik

Data yang dihimpun dari Korlantas Polri menunjukkan bahwa selama periode 14–22 Maret 2026, sekitar 19 000 kendaraan melintasi Tol Bocimi Seksi 3 secara fungsional. Puncaknya terjadi pada Minggu, 22 Maret, dengan 3 871 kendaraan menempuh jalur tersebut dalam satu hari. Mayoritas kendaraan berasal dari wilayah Bogor, Jakarta, serta sekitarnya, dan semuanya menujukan tujuan ke Sukabumi dan daerah sekitarnya.

Faktor Penyebab Kemacetan

Beberapa faktor menjadi penyebab utama kepadatan ini. Pertama, penyempitan lajur pada titik keluar Tol Bocimi Seksi 3 – dari tiga lajur menjadi satu lajur di daerah Karangtengah – menciptakan bottleneck yang mengakibatkan antrean mencapai satu jam. Kedua, jalan arteri setelah Exit Tol Parungkuda mengalami penyempitan di Jembatan Cipangadegan (sering disebut Jembatan Serong), yang memperparah aliran kendaraan menuju Cibadak.

Pengendara seperti Andri (34) dari Bogor mengaku harus merayap perlahan selama lebih dari satu jam sejak keluar tol hingga mencapai titik arteri Parungkuda. Sementara itu, Ismayanti (41) yang berangkat dari Bintaro menjelaskan bahwa ia terpaksa memutar jalur ke Caringin setelah menyadari kepadatan di Karangtengah.

Langkah Polisi dalam Mengatasi Kepadatan

  • Penutupan sementara Exit Tol Parungkuda dan Tol Bocimi Seksi 3 pada pukul 10.00 WIB, dengan pengalihan arus ke Gerbang Tol Cigombong.
  • Pembukaan kembali akses tersebut pada pukul 13.00 WIB setelah volume kendaraan menurun.
  • Penerapan sistem one‑way dari Simpang Ratu Cibadak hingga Exit Tol Parungkuda untuk mengurai kepadatan pada sore hari (sekitar 18.19 WIB).
  • Pengaturan di lapangan oleh petugas Satlantas, termasuk penempatan petugas di gerbang tol Caringin Utama untuk mengatur antrean.

Reaksi dan Saran Pengendara

Petugas menekankan pentingnya kepatuhan pengendara terhadap arahan satu arah serta anjuran untuk mengatur waktu perjalanan, terutama bagi pemudik yang berangkat pada jam-jam sibuk. Penggunaan aplikasi navigasi untuk memilih rute alternatif, seperti keluar di Caringin sebelum mencapai Karangtengah, menjadi rekomendasi utama.

Selain itu, pihak kepolisian mengingatkan bahwa operasional Tol Bocimi fungsional dibatasi antara pukul 07.00–17.00 WIB. Pembatasan ini didasari pada pertimbangan keselamatan, mengingat pencahayaan di jalur fungsional masih terbatas pada malam hari.

Kesimpulan

Kemacetan mengular di Exit Tol Bocimi dan Parungkuda pada masa mudik Lebaran 2026 mencerminkan tantangan infrastruktur jalan tol dalam menghadapi lonjakan volume kendaraan. Upaya rekayasa lalu lintas, termasuk penutupan sementara, pengalihan arus, dan penerapan sistem satu arah, berhasil meredakan sebagian kepadatan, namun tetap menuntut koordinasi intensif antara pihak kepolisian, pengelola tol, dan pengguna jalan. Pengendara disarankan untuk memanfaatkan informasi real‑time, menyesuaikan jadwal perjalanan, dan mempertimbangkan rute alternatif demi menghindari penumpukan kendaraan yang dapat memperpanjang waktu tempuh secara signifikan.

Leave a Comment