Banjir 2 Meter Rendam Perumahan Periuk Damai, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi ke Masjid

IPD – 12 Maret 2026 | Banjir setinggi dua meter melanda kawasan perumahan Periuk Damai, Tangerang pada hari Rabu, 11 Maret 2026, memaksa ribuan warga mengungsi ke masjid terdekat. Air yang masuk secara tiba‑tiba menutupi jalan utama, menggenangi rumah‑rumah, serta menenggelamkan fasilitas umum. Kondisi air yang terus naik dalam hitungan jam memaksa penduduk mengosongkan tempat tinggal mereka, mencari perlindungan di ruang ibadah yang biasanya dipakai untuk kegiatan keagamaan.

Skala Banjir dan Dampaknya

Menurut data lapangan, ketinggian air mencapai sekitar dua meter di beberapa titik perumahan, menenggelamkan lantai dasar rumah hingga mengganggu sirkulasi listrik dan pipa air. Lebih dari 8.800 warga di Kecamatan Periuk masih terdampak pada hari keempat bencana, dengan sebagian besar masih menginap di masjid, aula RW, atau tenda darurat. Seluruh wilayah terdampak mengalami kerusakan struktural pada atap, dinding, serta perabotan rumah tangga.

Evakuasi ke Masjid

Masjid Al‑Hikmah, Masjid Al‑Falah, dan beberapa masjid kecil lainnya menjadi pusat penampungan sementara. Setiap masjid menampung antara 500 hingga 1.200 orang, dengan fasilitas dasar seperti tempat tidur darurat, selimut, serta makanan ringan. Petugas kebersihan dan relawan lokal berupaya menjaga kebersihan area, mengingat risiko penyebaran penyakit menular akibat genangan air dan sanitasi yang terbatas.

  • Jumlah pengungsi: sekitar 6.500 orang
  • Masjid utama yang menjadi penampungan: 3 masjid
  • Fasilitas yang disediakan: tempat tidur darurat, selimut, makanan siap saji, dan air bersih

Tanggapan Pemerintah dan Bantuan Kemanusiaan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang serta Dinas Sosial setempat segera mengirimkan tim penyelamat, truk pompa air, serta peralatan sandbag untuk menahan aliran air. Pemerintah provinsi menyiapkan dana bantuan darurat sebesar Rp 10 miliar, yang dialokasikan untuk evakuasi, distribusi sembako, serta perbaikan infrastruktur jalan yang rusak. Selain itu, sejumlah LSM dan organisasi relawan turut mengirimkan bantuan berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan kebersihan.

Kerusakan Infrastruktur dan Dampak Ekonomi

Jalan Raya Periuk mengalami kerusakan parah, dengan sebagian jalan terendam lumpur dan sebagian lainnya runtuh. Jaringan listrik mengalami gangguan pada lebih dari 2.000 rumah, sementara jaringan telepon seluler sebagian besar tidak berfungsi. Pedagang pasar tradisional di sekitar area pun terpaksa menutup lapaknya, mengakibatkan kehilangan pendapatan harian yang signifikan bagi keluarga yang bergantung pada perdagangan kecil.

Upaya Pemulihan dan Rencana Kedepan

Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum tengah melakukan survei untuk memperbaiki sistem drainase yang terbukti tidak mampu menampung volume air hujan ekstrem. Pemerintah kota berjanji akan mempercepat pembangunan kanal baru dan memperluas lebar selokan utama. Sementara itu, program rehabilitasi rumah bagi keluarga terdampak akan diluncurkan dalam tiga fase, dengan prioritas pada rumah yang paling parah kerusakannya.

Komunitas setempat menunjukkan solidaritas tinggi; warga yang tidak terdampak membantu menyiapkan makanan dan mendistribusikannya kepada para pengungsi. Sekolah‑sekolah di daerah tersebut juga menyediakan ruang kelas sebagai tempat penampungan tambahan, serta mengorganisir kegiatan edukatif untuk anak‑anak yang terpaksa meninggalkan rumah.

Meski air mulai surut pada sore harinya, tantangan pemulihan masih panjang. Upaya pembersihan, perbaikan rumah, serta penyediaan kembali layanan publik menjadi fokus utama selama beberapa minggu ke depan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan, terutama mengingat cuaca masih diprediksi tetap hujan deras selama minggu mendatang.

Dengan koordinasi antara aparat, lembaga sosial, dan partisipasi aktif warga, diharapkan kondisi di Periuk Damai dapat kembali normal dalam waktu singkat, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi perencanaan mitigasi bencana di masa yang akan datang.

Leave a Comment