All England Open 2026: Malaysia Unggul, Indonesia Tersingkir, An Se‑young Dibalas Dendam!

IPD – 09 Maret 2026 | Utilita Arena di Birmingham, Inggris menjadi saksi drama badminton kelas dunia pada Minggu, 8 Maret 2026. Turnamen All England Open 2026, salah satu event BWF World Tour Super 1000, menampilkan lima kategori final yang menyajikan kejutan tak terduga, terutama bagi wakil Indonesia dan Korea Selatan.

Jadwal Final dan Siaran Langsung

Semua laga final dimulai pukul 18.00 WIB dan dapat disaksikan melalui live streaming Vidio. Tidak ada perwakilan Indonesia yang berhasil menembus final; pasangan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin harus menyerah di semifinal melawan duo Korea Selatan, Kim Won‑ho/Seo Seung‑jae, dengan skor 19‑21, 13‑21.

Semifinal Indonesia: Raymond/Joaquin Tumbang

Kekalahan tersebut menandai titik terendah Indonesia di All England sejak 2011. Pasangan ganda putra Indonesia, yang sempat mengukir kebangkitan pada turnamen sebelumnya, kini harus menelan kepahitan karena tidak dapat menembus panggung final. Sebagai konsekuensinya, sorotan kini beralih pada performa Malaysia yang berhasil menembus final ganda putra melawan pasangan Korea Selatan.

Malaysia Mengukir Jejak di Final Ganda Putra

Pasangan Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, menampilkan permainan agresif dan taktik cerdas melawan Kim Won‑ho/Seo Seung‑jae. Meskipun akhirnya harus menelan kekalahan 18‑21, 21‑12, 21‑19, penampilan mereka menunjukkan bahwa Malaysia kembali bersaing ketat untuk mengakhiri penantian gelar All England sejak 2007. Keberhasilan mereka menembus final menjadi bukti bahwa kualitas bulu tangkis Asia Tenggara terus meningkat.

Ganda Campuran: Dominasi Taiwan

Pasangan asal Taiwan, Ye Hong‑wei dan Nicole Gonzalez Chan, mencetak sejarah dengan mengalahkan pasangan Perancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dua gim langsung (21‑19, 21‑18). Ini menjadi gelar pertama bagi ganda campuran Taiwan di All England, menandai kebangkitan kembali negara tersebut di panggung internasional.

Tunggal Putra: Lin Chun‑yi (Taiwan) Mengalahkan Lakshya Sen (India)

Lin Chun‑yi, yang sebelumnya menjuarai India Open 2026, menutup pertandingan dengan skor 21‑15, 22‑20. Kemenangan ini menjadikannya tunggal putra pertama dari Taiwan yang meraih gelar All England, mengukuhkan posisi Asia Timur dalam dominasi dunia badminton.

Tunggal Putri: An Se‑young Dibalas Dendam Wang Zhi‑yi

Pertarungan antara An Se‑young (Korea Selatan) dan Wang Zhi‑yi (China) menjadi sorotan utama. Setelah sembilan kemenangan beruntun atas Wang Zhi‑yi di final BWF World Tour, An Se‑young terkejut saat digebuk dua gim langsung (21‑15, 21‑19). Kekalahan ini tidak hanya memutus rentetan kemenangan, tetapi juga menandai balas dendam manis bagi Wang Zhi‑yi yang kini mengangkat trofi All England pertamanya.

Ganda Putri: Liu Sheng‑shu/Tan Ning (China) Mempertahankan Dominasi

Pasangan China mengalahkan duo Korea Selatan, Baek Ha‑na/Lee So‑hee, dengan skor 21‑18, 21‑12. Kemenangan ini menambah koleksi gelar Super 1000 mereka setelah menjuarai Malaysia Open, Indonesia Open, dan China Open pada tahun sebelumnya.

Kesimpulan dan Dampak bagi Indonesia serta Asia Tenggara

Kegagalan Raymond/Joaquin menandai penurunan performa Indonesia di ajang bergengsi ini, sementara Malaysia berhasil menunjukkan peningkatan signifikan dengan menembus final ganda putra. Di sisi lain, Korea Selatan tetap kuat berkat kemenangan ganda putra mereka, namun harus menelan pahitnya kekalahan An Se‑young di tunggal putri. Semua ini mempertegas bahwa persaingan badminton Asia kini tidak lagi didominasi satu negara saja; Taiwan, China, Korea Selatan, dan Malaysia semuanya berperan aktif menorehkan prestasi.

Dengan lima gelar yang diraih oleh tiga negara berbeda, All England Open 2026 menegaskan bahwa era baru badminton internasional telah tiba, di mana kejutan dan persaingan ketat menjadi standar baru.

Leave a Comment