IPD – 11 Maret 2026 | Swiss Open 2026 yang digelar di Basel, Swiss pada Selasa (10/3/2026) menyajikan aksi-aksi menarik dari pemain bulu tangkis Indonesia. Dari 14 wakil bangsa Merah Putih, empat di antaranya berhasil menorehkan kemenangan, sementara pasangan ganda putra Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin harus rela terpuruk di babak pertama.
Hari pertama kompetisi dimulai dengan tujuh wakil Indonesia yang langsung beraksi, termasuk Anthony Sinisuka Ginting yang harus melewati babak kualifikasi. Ginting menaklukkan wakil China, Zhu Xuan Chen, dalam duel tiga game dengan skor 16-21, 22-20, 21-10, memastikan tempatnya di babak utama. Kemenangan ini menjadi pembuka yang menghangatkan semangat tim Indonesia.
Ginting Melaju ke Babak 32 Besar
Setelah lolos dari kualifikasi, Ginting dijadwalkan bertemu dengan Wang Tzu Wei asal Taiwan pada Rabu (11/3/2026). Keberhasilan Ginting di kualifikasi tidak hanya menambah moral, tetapi juga menegaskan bahwa pemain senior masih mampu bersaing meski peringkat dunia sempat menurun akibat cedera.
Dominasi Ganda Putri Indonesia
Di sektor ganda putri, pasangan Febriana Dipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari menampilkan permainan yang tajam. Mereka mengalahkan duo Jepang, Hinata Suzuki / Nao Yamakita, dua game langsung 21-16, 21-10. Tidak kalah impresif, pasangan Amallia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva Ramadhanti menguasai pertandingan melawan Paulina Cybulska / Kornelia Marczak dari Polandia dengan skor bersih 21-10, 21-10. Kedua kemenangan menambah catatan positif bagi ganda putri Indonesia di turnamen ini.
Leo Rolly Carnando / Bagas Maulana Mencetak Kemenangan Besar
Ganda putra muda Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana menjadi sorotan utama setelah menaklukkan pasangan Taiwan, Chiang Chien-Wei / Wu Hsuan-Yi, dua game langsung 21-16, 21-14. Penampilan mereka menunjukkan konsistensi dan keberanian dalam menghadapi lawan berpengalaman, sekaligus menambah jumlah wakil Indonesia yang berhasil melaju ke babak berikutnya.
Raymond Indra / Nikolaus Joaquin Gagal Menembus
Pasangan senior Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, yang sebelumnya sempat menorehkan prestasi di All England 2026, harus menerima kenyataan pahit. Mereka tersingkir di babak pertama setelah dikalahkan oleh duo Taiwan, Chen Cheng-Kuan / Lin Bing-Wei, dua game langsung 17-21, 17-21. Dalam pernyataan resmi PBSI, Raymond mengakui kehilangan fokus di pertengahan pertandingan, sementara Nikolaus menambahkan bahwa permainan mereka tidak stabil dan perlu dievaluasi.
Pasangan tersebut menilai bahwa kondisi fisik dan mental harus dijaga menjelang turnamen berikutnya, Orleans Masters, yang dijadwalkan seminggu kemudian. Mereka berharap dapat bangkit kembali dengan performa yang lebih baik.
Wakil Indonesia Lain yang Tersingkir
Selain Raymond/Joaquin, pasangan ganda putra Muhammad Rian Ardianto / Rahmat Hidayat juga harus menyerah setelah kalah dari Kang Khai Xing / Aaron Tai (Malaysia) dengan skor 16-21, 27-29. Di sektor ganda putri, pasangan Rachel Allessya Rose / Febi Setianjngrum tidak mampu menembus babak 16 besar setelah tertekan oleh duo China, Bao Li Jing / Luo Xu Min, skor 9-21, 19-21.
Rekap Keseluruhan Performa Indonesia
- Anthony Sinisuka Ginting: menang di kualifikasi, melaju ke babak 32 besar.
- Leo Rolly Carnando / Bagas Maulana: menang di babak pertama, melaju ke fase berikutnya.
- Febriana Dipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari: menang dua game langsung di babak utama.
- Amallia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva Ramadhanti: menang dua game langsung di babak utama.
- Raymond Indra / Nikolaus Joaquin: tersingkir di babak pertama.
- Rian Ardianto / Rahmat Hidayat: tersingkir di babak pertama.
- Rachel Allessya Rose / Febi Setianjngrum: tersingkir di babak pertama.
Empat wakil Indonesia yang berhasil menembus fase berikutnya menunjukkan bahwa kedalaman skuad bulu tangkis Tanah Air masih kuat, meski ada beberapa kegagalan yang menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan pemain.
Turnamen Swiss Open 2026 akan berlanjut hingga akhir pekan, dengan harapan para pemain Indonesia dapat menambah prestasi, khususnya menjelang agenda besar berikutnya, Orleans Masters. Pengalaman yang diperoleh di Basel diharapkan menjadi modal penting untuk meningkatkan performa pada kompetisi internasional mendatang.