IPD – 03 April 2026 | Manuel Ugarte kembali menjadi sorotan dunia sepak bola setelah menampilkan penampilan memukau bersama tim nasional Uruguay pada jeda internasional bulan Maret. Gelandang bertahan berusia 24 tahun ini tampak menemukan kembali ritme terbaiknya di bawah asuhan Marcelo Bielsa, menyumbang energi, penyerangan balik yang tajam, serta ketangguhan defensif yang jarang terlihat selama masa-masa sulit di Old Trafford.
Di laga melawan Amerika Serikat, Ugarte mencatat dua intersepsi krusial dan satu assist, membantu Uruguay meraih kemenangan penting. Performanya tidak hanya menegaskan peran vitalnya di lini tengah, namun juga menimbulkan sinyal positif bagi Manchester United yang selama ini menilai transfernya sebagai kegagalan. Pengamat menilai bahwa kebangkitan Ugarte di level internasional dapat menjadi titik balik bagi kariernya di Premier League.
Sejak kedatangannya dari Paris Saint-Germain pada musim panas 2024 dengan biaya sekitar €50 juta, Ugarte belum mampu mengamankan tempat di starting XI Red Devils. Di bawah asuhan Ruben Amorim, ia sempat kehilangan kepercayaan pelatih, kemudian dilanjutkan oleh Michael Carrick yang hanya memberikan peluang terbatas, total 23 penampilan dan kurang dari 1.000 menit di seluruh kompetisi. Kritik publik semakin keras, menudingnya sebagai “pembelian gagal” dan menimbulkan spekulasi mengenai nasibnya di Manchester.
Menanggapi situasi tersebut, Manchester United kini secara aktif menyiapkan rencana penjualan Ugarte. Klub menganggapnya surplus to requirements dan berupaya mengurangi beban gaji serta membuka ruang bagi reinvestasi di sektor tengah. Penjualan diperkirakan dapat menghasilkan dana antara £25 juta hingga £29 juta, yang akan membantu United memperkuat skuad menjelang musim berikutnya, terutama setelah kepergian beberapa pemain kunci.
Di sisi lain, Juventus muncul sebagai peminat utama. Menurut laporan Tuttosport, klub Italia merencanakan penawaran pinjaman dengan opsi beli pada akhir musim panas. Kesepakatan ini akan bergantung pada persetujuan Manchester United terkait pembagian gaji, karena Juventus tidak bersedia menanggung seluruh gaji Ugarte selama kampanye 2026‑27. Hubungan baik antara agen Jorge Mendes dan direktur olahraga Juventus Damien Comolli diyakini menjadi faktor pendorong utama dalam negosiasi ini.
Selain Juventus, sejumlah klub Premier League dan Liga Italia lainnya menunjukkan minat. Newcastle United, Aston Villa, serta Arsenal dilaporkan memantau perkembangan pemain ini. Lebih menarik lagi, laporan dari Uruguayan media menyebutkan bahwa Ugarte bisa menjadi komponen dalam paket tukar untuk gelandang Italia Sandro Tonali. Manchester United diyakini bersedia menawarkan Ugarte kepada Newcastle United sebagai bagian dari kesepakatan yang melibatkan Tonali, yang juga menjadi target klub-klub besar.
Dari sudut pandang keuangan, penjualan atau pinjaman Ugarte dapat memberikan Manchester United likuiditas penting menjelang pasar transfer musim panas. Nilai pasar pemain berusia 24 tahun ini masih dianggap cukup tinggi, terutama mengingat peran pentingnya di tim nasional Uruguay dan potensi peningkatan performa di kompetisi klub. Jika Juventus menandatangani kesepakatan pinjaman, United dapat memperoleh sebagian dana sekaligus mengurangi beban gaji, sementara jika terjadi penjualan langsung ke klub Premier League, nilai transfer dapat mendekati batas atas estimasi pasar.
Secara keseluruhan, kebangkitan Manuel Ugarte di level internasional telah mengubah dinamika transfernya. Dari label “pembelian gagal” menjadi aset berharga, pemain Uruguay ini kini berada di persimpangan penting: melanjutkan karier di Premier League dengan klub baru atau menapaki tantangan di Serie A bersama Juventus. Keputusan akhir akan sangat dipengaruhi pada hasil negosiasi antara United, Juventus, serta klub-klub lain yang mengincar gelandang bertahan berbakat ini, sekaligus menunggu keputusan resmi sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
