Kontroversi Status Pemain Asing Indonesia di Liga Belanda dan Dampaknya pada Timnas Jelang FIFA Series 2026

IPD – 28 Maret 2026 | Masalah administratif pemain berpaspor Indonesia di liga Belanda kembali memanas pada pekan ini. Dua pemain muda, Dean James (Go Ahead Eagles) dan Nathan Tjoe‑A‑On (Willem II/FC Emmen), kini menjadi sorotan utama setelah beberapa klub mengajukan keberatan atas keabsahan paspor dan izin kerja mereka. Perselisihan ini tidak hanya mengganggu kompetisi domestik, melainkan juga memberikan tekanan tambahan pada persiapan Tim Nasional Indonesia menjelang turnamen FIFA Series 2026.

Permasalahan dimulai ketika NAC Breda menuntut KNVB (Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda) untuk mengulang hasil pertandingan melawan Go Ahead Eagles. Dalam laga tersebut, Dean James berperan sebagai bek kiri, namun klub rival mengklaim bahwa James tidak memiliki paspor Belanda yang sah dan seharusnya diperlakukan sebagai pemain non‑Uni Eropa. Menurut peraturan KNVB, pemain non‑Uni Eropa wajib memiliki izin kerja khusus dan harus menerima gaji minimum yang jauh lebih tinggi, yakni di atas €600.000 per tahun.

Pihak NAC Breda tidak sendirian. TOP Oss, yang berkompetisi di Keuken Kampioen Divisie (kasta kedua Eredivisie), juga menyoroti status paspor Nathan Tjoe‑A‑On yang kini bermain untuk Willem II Tilburg. Klub Tim Geypens, FC Emmen, bahkan memutuskan menonaktifkan Nathan dari skuad utama untuk menghindari risiko sanksi. Meskipun pemain berusia 20 tahun itu telah tampil dalam 26 pertandingan musim ini, mencetak dua gol dan memberikan dua assist, kepastian keabsahannya masih belum selesai.

Pengacara migrasi tenaga kerja Eropa, Pieter Krop, menegaskan bahwa perubahan kewarganegaraan dapat menyebabkan hilangnya status warga negara Belanda. “Jika seorang pemain tidak lagi menjadi warga negara Belanda, ia otomatis kehilangan izin kerja yang diperlukan,” ujarnya. Hal ini berdampak langsung pada Dean James, yang kini dikategorikan sebagai pemain non‑Uni Eropa. Go Ahead Eagles harus mengurus izin kerja serta menyesuaikan gaji sesuai standar yang ditetapkan.

ESPN Nederland menyampaikan bahwa Dewan Kompetisi Sepak Bola Belanda meminta semua klub di Eredivisie dan Keuken Kampioen Divisie untuk memverifikasi kelayakan pemain sebelum pertandingan berikutnya. Keputusan ini berlaku untuk semua laga hingga dan termasuk pertandingan ke‑28 di Eredivisie serta ke‑33 di Keuken Kampioen Divisie, kecuali pertandingan yang berlangsung pada 28 Maret.

Sementara itu, di level internasional, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melakukan perubahan mendadak menjelang FIFA Series 2026. Dean James yang semula diharapkan menjadi andalan di sisi kiri pertahanan Garuda tiba‑tiba dikeluarkan dari daftar final, dan posisi tersebut diisi oleh Tim Geypens, pemain muda yang sebelumnya sempat terpaksa mengurung diri di klub Belanda karena isu paspor. Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi PSSI dan didukung oleh Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, yang menyebutkan bahwa empat pemain, termasuk Nathan Tjoe‑A‑On, akan tiba di Jakarta satu hari sebelum turnamen dimulai.

Perubahan taktik Herdman juga menarik perhatian. Berdasarkan data Transfermarkt, formasi 3‑4‑2‑1 menjadi skema favoritnya selama menjabat di Toronto FC, dan ia berencana mengimplementasikan pola serupa untuk Timnas Indonesia. Formasi tiga bek diharapkan memberikan fleksibilitas defensif serta memungkinkan penggunaan pemain sayap yang lebih agresif.

Berikut rangkuman status terkini pemain Indonesia di liga Belanda:

PemainKlubStatusTindakan Klub
Dean JamesGo Ahead Eagles (Eredivisie)Pemain non‑Uni Eropa (paspor Belanda dicabut)Pengajuan izin kerja & penyesuaian gaji
Nathan Tjoe‑A‑OnWillem II / FC Emmen (Keuken Kampioen Divisie)Pemain non‑Uni Eropa (paspor Belanda berubah)Ditahan dari skuad utama hingga status jelas
Tim GeypensFC EmmenPaspor Indonesia, menunggu keabsahanDipanggil Timnas, menunggu konfirmasi KNVB

Perselisihan administratif ini menambah beban bagi Herdman dalam menyiapkan skuad. Ia harus memastikan bahwa semua pemain yang akan berkompetisi di FIFA Series 2026 memiliki dokumen yang sah, sekaligus menyesuaikan taktik defensif agar tetap kokoh meski kehilangan Dean James. Di sisi lain, klub Belanda diharapkan lebih proaktif dalam menilai status kewarganegaraan pemain asing guna menghindari sanksi kompetitif.

Kesimpulannya, krisis paspor dan izin kerja pemain Indonesia di Belanda menyoroti tantangan regulasi lintas negara dalam sepak bola modern. Dampaknya terasa hingga ke level internasional, memaksa Timnas Indonesia beradaptasi secara cepat menjelang turnamen besar. Bagaimana nasib Dean James dan Nathan Tjoe‑A‑On selanjutnya masih menunggu keputusan final KNVB, namun yang pasti, situasi ini menjadi pelajaran penting bagi federasi dan klub dalam mengelola pemain naturalisasi di masa depan.

Leave a Comment