IPD – 28 Maret 2026 | Jasad Alfin Maksalmina Windian (28) yang sempat dilaporkan menghilang sejak 11 Maret 2026 akhirnya terungkap berada terkubur dalam kedalaman tiga meter di kawasan Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penemuan ini menghebohkan warga sekitar yang mengaku takut dan syok atas kejadian mengerikan yang terjadi di lingkungan mereka.
Menurut informasi yang diterima dari tim Resmob Polda Metro Jaya, proses pencarian dimulai setelah laporan resmi dibuat oleh keluarga Alfin pada 11 Maret. Selama 14 hari, upaya penyelidikan melibatkan koordinasi intensif antara Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya, serta bantuan relawan lokal yang secara sukarela membantu pencarian di area yang sulit dijangkau.
Berikut kronologi singkat peristiwa yang terjadi:
- 11 Maret 2026 – Alfin dilaporkan hilang oleh keluarga setelah tidak kembali dari kegiatan rutin di Jakarta Timur. Laporan resmi dibuat ke Polres Metro Jakarta Timur.
- 12‑24 Maret 2026 – Tim penyidik melakukan penyelidikan awal, memeriksa saksi, dan melakukan pencarian di wilayah Cibubur serta sekitar Jakarta Timur tanpa hasil.
- 25 Maret 2026, malam – Tim Resmob Polda Metro Jaya menemukan jasad Alfin terkubur tiga meter di tanah Cikeas, Kabupaten Bogor, setelah menelusuri jejak digital dan petunjuk fisik yang mengarah ke lokasi tersebut.
- 26 Maret 2026 – Jasad dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk identifikasi dan autopsi. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Alfian Nurrizal memberikan keterangan resmi kepada media.
Penemuan jasad yang terkubur dalam kedalaman tiga meter menimbulkan pertanyaan besar mengenai modus operandi yang digunakan. Menurut Kapolres, proses penggalian memerlukan peralatan khusus, termasuk alat penggali berdaya tinggi dan tim medis yang siap melakukan penanganan darurat bila diperlukan.
Warga Cikeas yang menyaksikan proses evakuasi melaporkan rasa takut yang mendalam. Seorang warga, yang tidak disebutkan namanya demi keamanan, mengaku, “Kami semua terkejut dan merasa tidak aman. Membayangkan ada orang yang dapat mengubur tubuh seseorang setinggi tiga meter di tengah lingkungan kami sangat mengerikan.”
Teman dekat Alfin, Anna, yang berada di Jakarta, menyatakan rasa duka yang mendalam. “Alfin adalah sosok yang selalu ceria. Kehilangan beliau begitu mendadak dan menemukan jasadnya dalam kondisi seperti ini sungguh menyayat hati,” ujarnya sambil menahan air mata.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses identifikasi jasad telah selesai dan penyebab kematian akan diumumkan setelah hasil otopsi dipublikasikan. Sementara itu, penyelidikan lanjutan masih terus digali untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kasus ini.
Kasus ini menyoroti pentingnya kerjasama antara aparat keamanan, masyarakat, dan media dalam menangani kasus hilang yang berpotensi berakhir tragis. Keterbukaan informasi serta respons cepat dari tim Resmob menjadi faktor kunci yang memungkinkan penemuan jasad dalam waktu relatif singkat meski kondisi geografis yang menantang.
Ke depan, pihak berwenang berjanji akan meningkatkan patroli di wilayah-wilayah rawan serta memperkuat sistem pelaporan kehilangan untuk mencegah terulangnya kasus serupa. Warga dan keluarga korban berharap agar proses hukum dapat berjalan transparan dan adil, memberikan keadilan bagi Alfin dan ketenangan bagi keluarga yang berduka.
