IPD – 22 Mei 2026 | Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum dialami oleh perempuan di Indonesia. Baru-baru ini, penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Jessie J, mengumumkan bahwa dirinya telah dinyatakan bebas dari kanker payudara setelah berjuang melawan penyakit tersebut selama hampir setahun.
Jessie J pertama kali mengungkapkan diagnosis kanker payudara yang diidapnya pada Juni 2025 lalu. Selama proses pengobatannya, penyanyi berusia 38 tahun ini bersikap sangat terbuka kepada penggemar mengenai pasang surut emosinya dalam menghadapi penyakit tersebut.
Perjuangan Jessie tidaklah mudah. Pada Agustus tahun lalu, ia terpaksa membatalkan seluruh jadwal tur “No Secrets” di Amerika Serikat serta menunda jadwal konser di Inggris dan Eropa karena harus menjalani operasi kedua.
Satu bulan setelah prosedur tersebut, Jessie kembali ke atas panggung dalam festival BBC Radio 2 In the Park di Essex. Momen itu menjadi sangat bersejarah karena merupakan pertama kalinya sang putra yang berusia dua tahun melihat ibunya tampil bernyanyi secara langsung.
Dalam penampilannya kala itu, Jessie sempat membagikan kisah di balik lagu barunya, “Living My Best Life”. Ia mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker tepat dua minggu sebelum lagu tersebut dirilis.
Sementara itu, PT Prudential Life Assurance menghadirkan PRULady, asuransi jiwa khusus perlindungan kanker payudara yang ditujukan bagi perempuan Indonesia. Peluncuran PRULady dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini dan perlindungan kesehatan sejak awal.
Vice President Director Prudential Indonesia, Vikas Sinha, mengatakan peluncuran produk tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perempuan Indonesia agar lebih peduli terhadap kesehatan diri.
Menurut dokter spesialis jantung, dr. Dmitry Yaranov, jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang paling tahan terhadap kanker. Hal ini disebabkan karena sel otot jantung hampir tidak membelah lagi setelah masa awal kehidupan.
Selain itu, kesadaran deteksi dini kanker payudara kini semakin banyak didorong, pasalnya penyakit ini tidak selalu menunjukkan gejala yang langsung terasa. Dalam banyak kasus, perubahan dapat muncul secara perlahan dan baru disadari ketika kondisinya sudah berkembang lebih jauh.
Menurut Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi RS EMC Grha Kedoya, dr. Arif Winata, kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker payudara sangat penting. Berdasar American Cancer Society, peluang sembuh dan tingkat kelangsungan hidup akan jauh lebih tinggi sampai 99 persen apabila kanker ditemukan saat masih berupa benjolan kecil dan belum memasuki stadium lanjut.
Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) juga mengadakan acara penggalangan dana untuk mendukung keberlanjutan layanan YKAKI, mulai dari pendampingan keluarga, rumah singgah, hingga dukungan bagi anak-anak selama menjalani pengobatan.
Kesimpulan, kanker payudara masih merupakan ancaman serius bagi perempuan di Indonesia. Oleh karena itu, deteksi dini dan perlindungan kesehatan sangat penting untuk mencegah dan mengobati penyakit ini.
