IPD – 31 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan saham 25-29 Mei 2026. IHSG turun 0,56% menjadi 6.127,38 dari penutupan pekan lalu di 6.162,04.
Kapitalisasi pasar naik 0,88% menjadi Rp 10.729 triliun dari Rp 10.635 triliun pada pekan lalu. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono, mengatakan koreksi IHSG dipicu sejumlah faktor, termasuk hari perdagangan yang relatif pendek dan nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Rebalancing MSCI juga menjadi salah satu pemicu koreksi IHSG. Investor masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian pekan ini naik 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun dari Rp 21,77 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini turun 10,87% menjadi 2,11 juta kali transaksi dari 2,37 juta kali transaksi pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini turun 15,60% menjadi 30,95 miliar lembar saham dari 36,67 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 8,519 triliun pada penutupan perdagangan pekan ini. Sepanjang tahun 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp 53,971 triliun.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan situasi pasar modal Indonesia masih jauh dari krisis. Fundamental Indonesia masih kuat, sehingga tidak perlu disamakan dengan situasi pada tahun 1998 dan 2008.
Daftar 10 saham top gainers pada pekan ini antara lain BREN, GULA, BBHI, dan CUAN. Namun, IHSG secara keseluruhan masih melemah.
Kesimpulan, IHSG turun 0,56% pada pekan ini karena beberapa faktor, termasuk rebalancing MSCI dan rupiah yang melemah. Investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih yang besar, namun situasi pasar modal Indonesia masih jauh dari krisis.
