IHSG Anjlok, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

IPD – 04 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada Kamis, 4 Juni 2026, IHSG ditutup di level 5.734,25, turun 3,48% dari hari sebelumnya.

Penurunan IHSG ini membuat investor dihadapkan pada dilema antara memanfaatkan penurunan harga saham untuk akumulasi atau memilih bertahan sambil menunggu kepastian arah pasar. Pengamat Pasar Modal, Hendra Wardana, menilai bahwa keputusan investasi saat ini harus disesuaikan dengan kualitas saham yang dimiliki serta profil risiko masing-masing investor.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta, menilai bahwa respons terkoordinasi dari otoritas diperlukan untuk memulihkan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Ia juga menyebutkan bahwa skenario positif rupiah akan berada di level Rp17.089 per dolar AS, sedangkan untuk skenario negatif rupiah akan melemah di level Rp17.834 per dolar AS pada 2026 ini.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, meminta pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Bank Indonesia, segera merespons anjloknya rupiah terhadap dolar hingga IHSG. Cucun meminta pemerintah melakukan konsolidasi fiskal moneter.

Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terus melemah hingga mencetak rekor psikologis baru di level 18.000 per dolar AS. Sementara itu, IHSG juga melanjutkan koreksi tajam dengan penurunan 3,48 persen pada penutupan sesi I perdagangan Kamis.

Kondisi ini membuat investor harus berhati-hati dalam membuat keputusan investasi. Mereka perlu mempertimbangkan kualitas saham yang dimiliki serta profil risiko masing-masing investor. Selain itu, investor juga perlu memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan IHSG untuk membuat keputusan yang tepat.

Dalam kesimpulan, penurunan IHSG dan melemahnya nilai tukar rupiah membuat investor dihadapkan pada dilema antara memanfaatkan penurunan harga saham untuk akumulasi atau memilih bertahan sambil menunggu kepastian arah pasar. Investor perlu berhati-hati dalam membuat keputusan investasi dan mempertimbangkan kualitas saham yang dimiliki serta profil risiko masing-masing investor.

Leave a Comment