Saham BMRI dan Big Banks Melemah, Apa yang Terjadi di Pasar Saham?

IPD – 12 Mei 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami tekanan pada awal pekan ini, dengan saham perbankan besar seperti BMRI, BBCA, dan BBRI mengalami pelemahan. Saham BMRI bahkan menjadi yang paling terkorosi dengan penurunan sebesar 7,99% ke level Rp 4.260. Penurunan ini terjadi seiring dengan masuknya saham ke periode ex date dividen, di mana investor tidak lagi berhak atas pembagian dividen pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, saham BBCA dan BBRI juga mengalami pelemahan, dengan penurunan sebesar 0,40% dan 1,84% menjadi Rp 6.150 dan Rp 3.200. Saham BBNI turut melemah 1,04% ke posisi Rp 3.820. Di kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Syariah Indonesia juga mencatatkan pelemahan sebesar 3,93% ke level Rp 1.835.

Menariknya, penguatan saham big banks ini terjadi di tengah arus dana asing yang masih cenderung selektif. Dalam sepekan, BBCA dan BMRI mencatat net sell masing-masing sebesar Rp 368,95 miliar dan Rp 1,62 triliun. Sementara itu, BBNI dan BBRI justru masih mencatatkan net buy asing, masing-masing Rp 29,22 miliar dan Rp 734,36 miliar.

Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai pola ini menunjukkan bahwa rotasi dana asing di sektor perbankan masih belum merata. Menurutnya, tekanan pada BBCA dan BMRI lebih dipengaruhi oleh struktur kepemilikan asing yang sebelumnya sangat besar, sehingga aksi risk off global beberapa bulan terakhir berdampak lebih besar pada kedua saham tersebut.

Dengan demikian, investor domestik mulai melihat bahwa fundamental BBCA dan BMRI masih sangat kuat, baik dari sisi kualitas aset, laba yang stabil, CASA yang tinggi, hingga kemampuan menjaga pertumbuhan kredit di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Hal ini membuat saham-saham big banks seperti BMRI, BBCA, dan BBRI tetap menjadi penopang utama MSCI Indonesia.

Kesimpulan, pasar saham Indonesia masih mengalami tekanan, terutama di sektor perbankan. Namun, dengan penguatan saham big banks dan arus dana asing yang masih selektif, investor domestik mulai melihat potensi di saham-saham ini. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau pergerakan pasar dan melakukan analisis yang tepat sebelum membuat keputusan investasi.

Leave a Comment