IPD – 03 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat ke kisaran 7.200-7.300 pada pembukaan perdagangan Kamis, 2 April 2026, setelah mengalami penurunan tajam pada awal minggu. Pada Senin (2/2), IHSG sempat terjun 5,03 persen atau 418,75 poin ke level 7.910,85 dalam 17 menit pertama setelah pembukaan. Namun, pergerakan tersebut diikuti oleh rebound yang didukung oleh beberapa indikator teknikal, sehingga analis memperkirakan pasar akan kembali menguji level 7.200-7.300.
Menurut analis Phintraco Sekuritas, peluang rebound IHSG dipicu oleh ekspektasi pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan disampaikan kepada bangsa, menyinggung isu-isu penting mengenai Iran. Peristiwa geopolitik tersebut dianggap dapat menenangkan sentimen pasar global, sehingga memberi ruang bagi saham-saham Indonesia untuk kembali menguat.
Phintraco Sekuritas juga mengeluarkan rekomendasi saham yang dianggap memiliki potensi kenaikan pada hari Kamis. Daftar saham yang direkomendasikan meliputi:
- MNCN (Media Nusantara Citra)
- HRTA (Hartadi Hartono Tbk)
- JPFA (Japfa Comfeed Indonesia)
- BUVA (Bumi Serpong Damai)
- CDIA (Ciputra Development)
Sementara itu, MNC Sekuritas memberikan pandangan yang lebih variatif. Menurut mereka, IHSG masih rawan koreksi ke level 6.745-6.849, namun pada skenario terbaik (best case) indeks dapat melanjutkan penguatan ke zona 7.450-7.675 setelah menyelesaikan gelombang A pada label biru. Untuk mendukung skenario bullish, MNC Sekuritas menyoroti beberapa saham unggulan yang patut dipantau, yaitu:
- ARCI (Archipelago International)
- BBYB (Bumi Resources)
- DEWA (Duta Energi)
- INET (Indocement)
Analisis teknikal yang mendasari proyeksi ini mencakup pergerakan rata‑rata bergerak (moving average), level support dan resistance, serta pola candlestick yang mengindikasikan pembalikan tren jangka pendek. Pada grafik harian, IHSG menembus di atas moving average 20 hari, sebuah sinyal bullish yang biasanya diikuti oleh aliran dana institusional.
Faktor fundamental juga turut berperan. Data ekonomi domestik menunjukkan pertumbuhan PDB kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, sementara inflasi tetap berada dalam batas target Bank Indonesia. Kombinasi data positif ini memberikan dukungan tambahan bagi ekspektasi kenaikan IHSG.
Namun, para analis memperingatkan investor untuk tetap memperhatikan volatilitas yang masih tinggi. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar, kebijakan moneter global, serta perkembangan politik di kawasan Asia‑Pasifik dapat memicu perubahan sentimen secara mendadak. Oleh karena itu, diversifikasi portofolio dan penetapan stop‑loss menjadi strategi penting dalam menghadapi ketidakpastian.
Berikut ringkasan proyeksi dan rekomendasi saham dalam bentuk tabel untuk memudahkan pembaca:
| Instansi Analisis | Proyeksi IHSG | Saham Rekomendasi |
|---|---|---|
| Phintraco Sekuritas | 7.200‑7.300 (bullish) | MNCN, HRTA, JPFA, BUVA, CDIA |
| MNC Sekuritas | 6.745‑6.849 (risk) / 7.450‑7.675 (best case) | ARCI, BBYB, DEWA, INET |
Investor yang ingin mengambil posisi di pasar saham Indonesia sebaiknya mempertimbangkan rekomendasi di atas sambil tetap memperhatikan faktor eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan indeks. Keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis pribadi dan toleransi risiko masing‑masing.
Kesimpulannya, meskipun IHSG berada pada level yang belum stabil, dukungan teknikal dan fundamental memberikan sinyal positif untuk kenaikan menuju zona 7.300. Saham-saham yang direkomendasikan oleh Phintraco dan MNC Sekuritas menawarkan peluang bagi investor yang mencari pertumbuhan di sektor media, properti, energi, dan infrastruktur. Tetap waspada terhadap volatilitas dan kelola risiko secara bijak untuk memaksimalkan hasil investasi.
