IPD – 21 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026). IHSG ditutup anjlok 3,54 persen ke level 6.094,94 setelah sempat menguat di awal perdagangan.
Sebanyak 663 saham melemah, hanya 88 saham yang menguat, sementara indeks unggulan seperti LQ45 dan IDX30 juga kompak turun lebih dari dua persen. Lima emiten mencatat kenaikan tertinggi hari ini antara lain KOBX, APLI, ENAK, BOBA, dan SOTS dengan penguatan hingga mencapai 25 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan bahwa tekanan di pasar saham dipengaruhi faktor teknikal dan sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Rosan menambahkan, investor perlu melihat fundamental perusahaan secara jangka panjang, terutama kinerja BUMN yang disebut masih kuat.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa reaksi negatif pasar itu hanyalah bentuk panic selling (jual panik) sementara akibat belum utuhnya pemahaman investor terhadap esensi dan dampak riil dari kebijakan ekspor satu pintu. Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu ini akan meningkatkan valuasi emiten-emiten SDA yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026) melemah 0,82% ke level 6.318,50. Pada pukul 11.19 WIB saat pidato Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) pertama kali disampaikan, indeks saham terjun lebih dari 2%.
Kemudian, hari ini, Kamis (21/5/2026) IHSG ditutup pada level 6.094 atau minus 233 poin (3,54%). Saat ditanya soal ini, Rosan menyinggung tekanan di pasar saham dipengaruhi faktor teknikal dan sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Di lain sisi, IHSG dibuka menguat di level 6.366,48 namun turun ke zona merah menjadi 6.245,71 atau melemah 1,15 persen pada Kamis pagi. Sebanyak 206 saham menguat, 352 saham melemah, dan 154 stagnan dengan total transaksi Rp3,43 triliun dari 5,34 miliar lembar saham.
Beberapa saham yang tetap menguat di tengah pelemahan IHSG antara lain SOTS, SULI, MEDS, INTD, UNIC, FITT, dan ALKA. Dengan demikian, para investor perlu waspada dan memantau situasi pasar saham dengan teliti untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Kesimpulan, IHSG mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026) dengan penurunan 3,54 persen ke level 6.094,94. Faktor teknikal dan sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), menjadi penyebab utama pelemahan IHSG. Para investor perlu melihat fundamental perusahaan secara jangka panjang dan memantau situasi pasar saham dengan teliti untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
