Adaro Andalan Indonesia: Saham Batu Bara Menguat di Tengah Kebijakan Ekspor Satu Pintu

IPD – 23 Mei 2026 | Saham-saham emiten batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada Jumat (22/5/2026) setelah sebelumnya terkoreksi akibat kebijakan ekspor satu pintu yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini memerlukan eksportir batu bara untuk mengalihkan kontrak ekspor-impor dengan pembeli luar negeri kepada badan usaha milik negara (BUMN) mulai 1 Juni 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,10% ke level 6.162,05, dari sebelumnya 6.094,94. Sentimen positif ini diduga dipengaruhi implementasi bertahap badan ekspor pemerintah hingga 2027, yang mendorong penguatan sektor energi, barang konsumen primer, hingga barang baku.

Saham-saham tambang grup Adaro di papan utama seperti Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), Alamtri Mineral Indonesia Tbk (ADMR), dan Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) kompak menguat. Namun, saham konglomerasi Prajogo Pangestu seperti Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkoreksi, sedangkan saham Petrosea Tbk (PTRO) melesat 8,38% ke Rp3.750.

Di sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC), indeks turut menguat 0,68% ke level 687,60 dari sebelumnya 682,94. Sebanyak 64 emiten mengalami kenaikan harga saham, 42 emiten turun, dan 26 emiten stagnan. Pada sektor ini, khususnya emiten sawit di papan utama, saham Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), dan Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) kompak menguat.

Adapun sektor barang baku (IDXBASIC) ditutup menguat 6,85% ke level 1.644,71 dari sebelumnya 1.539,20. Sebanyak 60 saham naik, 27 saham turun, dan 26 saham stagnan. Di papan utama, khususnya emiten BUMN, saham Aneka Tambang Tbk (ANTM), Vale Indonesia Tbk (INCO), Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR), dan PT Timah Tbk (TINS) ditutup menguat.

Meskipun demikian, hanya sektor keuangan (IDXFINANCE) yang ditutup melemah 0,28% ke level 1.301,49. Sebanyak 52 saham naik, 31 saham turun, dan 23 saham stagnan. Di papan utama, saham-saham perbankan besar (big banks) ditutup melemah. Saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kompak terkoreksi.

Kebijakan ekspor satu pintu yang disampaikan Presiden Prabowo pada 20 Mei 2026 sempat menjadi sentimen negatif pasar, membuat mayoritas saham melemah pada penutupan perdagangan di hari yang sama. Pada 21 Mei 2026, seluruh saham tersebut ditutup koreksi.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai bahwa pasar akan merespons negatif kebijakan tersebut, namun hanya dalam jangka pendek. Ini karena ketidakpastian implementasi selalu menciptakan risk premium yang menekan valuasi, terutama bagi emiten yang memiliki eksposur besar di pasar ekspor.

Di sisi lain, dalam jangka panjang peluang dari kebijakan baru ini adalah akses pasar baru melalui jaringan global Danantara serta potensi stabilisasi harga jual karena berkurangnya persaingan antar eksportir domestik. Atas pertimbangan tersebut, Abida menyarankan kepada investor untuk fokus pada emiten dengan cost structure rendah yang tetap kompetitif meski ada biaya tambahan Danantara.

Kesimpulan, penguatan saham-saham emiten batu bara di BEI merupakan respons positif terhadap kebijakan ekspor satu pintu yang diumumkan oleh Presiden Prabowo. Namun, kebijakan ini juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan oleh investor, terutama dalam jangka pendek. Oleh karena itu, investor perlu memantau perkembangan kebijakan ini dan menyesuaikan strategi investasi mereka untuk menghadapi perubahan di pasar.

Leave a Comment