GBP/USD Berbalik Naik Usai Lima Hari Turun, Didorong Harapan Perdamaian Iran dan Data AS Penting

IPD – 04 April 2026 | Pound sterling melawan dolar Amerika (GBP/USD) berhasil menutup sesi perdagangan hari Selasa dengan kenaikan tipis 0,32%, mengakhiri tren penurunan selama lima hari berturut-turut. Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar level 1,3230 setelah berfluktuasi antara titik terendah sesi sekitar 1,3160 dan puncak hampir 1,3260. Meskipun pergerakan tersebut menunjukkan pemulihan, harga masih berada di bawah beberapa moving average kunci, menandakan bahwa bullish bias masih rapuh.

Penguatan ini dipicu oleh spekulasi risiko yang meningkat setelah sejumlah laporan mengindikasikan potensi penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Wall Street Journal mengutip Presiden Donald Trump yang menyatakan kesediaannya untuk menghentikan permusuhan militer, meskipun Selat Hormuz tetap sebagian besar tertutup. New York Post juga menambahkan bahwa Trump memperkirakan perang akan segera berakhir dengan peran utama negara lain dalam membuka kembali selat strategis tersebut. Sementara itu, pernyataan Presiden Iran dalam panggilan dengan pejabat Eropa mengisyaratkan keterbukaan terhadap perdamaian, meski daftar lima tuntutan utama Tehran belum mengalami perubahan signifikan.

Dengan tidak ada data ekonomi signifikan yang dijadwalkan dari Inggris pada minggu ini, fokus pasar beralih ke kalender ekonomi Amerika Serikat yang padat pada hari Rabu. Data yang diantisipasi meliputi laporan ADP (konsensus 40 ribu penambahan pekerjaan), penjualan ritel Februari (konsensus naik 0,5% month‑on‑month), serta indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur ISM (konsensus 52,5). Rilis Non‑Farm Payrolls (NFP) pada hari Jumat, yang diperkirakan menambah 60 ribu pekerjaan, akan menjadi faktor penentu, meski likuiditas diperkirakan terbatas karena perayaan Jumat Agung di Amerika dan Inggris.

Analisis Teknikal Intraday

Pada grafik 5‑menit, GBP/USD berada di sekitar 1,3228 dan masih berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 200‑periode yang berada di level 1,3221. Meskipun demikian, Stochastic RSI menurun dari zona overbought di atas 90 ke sekitar 45, menandakan penurunan tekanan beli yang belum berbalik menjadi momentum bearish penuh. Support terdekat terletak di 1,3220, selaras dengan EMA 200‑periode; penembusan di bawah level ini dapat membuka zona support selanjutnya di 1,3215 dan 1,3205. Di sisi atas, resistance pertama berada di 1,3235, sementara penembusan di atas 1,3245 dapat memperkuat bias bullish dan membuka jalur menuju level tertinggi sesi sebelumnya di 1,3260.

Analisis Teknikal Harian

Dalam kerangka waktu harian, pasangan diperdagangkan di 1,3229, sedikit di bawah EMA 50‑hari (sekitar 1,34) dan menguji EMA 200‑hari yang berada di sekitar 1,34. Stochastic RSI menunjukkan penurunan dari zona overbought di atas 80 ke area 70, mengindikasikan momentum naik yang mulai meredam. Support utama pada grafik harian berada di 1,3185, level terendah akhir bulan; penembusan di bawahnya dapat mengarah ke zona 1,3130 dan selanjutnya 1,3050 sebagai target bearish yang lebih dalam. Resistance terdekat berada di zona 1,3330; menembus level ini dan menutup di atas 1,3380 dapat menetralkan bias bearish dan membuka peluang menuju 1,3450.

Secara keseluruhan, meskipun GBP/USD berhasil menahan penurunan dan mencatat kenaikan singkat, struktur teknikal masih menunjukkan tekanan jual yang signifikan. Trader diharapkan memperhatikan pergerakan di sekitar EMA 200‑periode dan level support/resistance kunci untuk menilai arah selanjutnya.

Bank of England (BoE) pada bulan Maret mempertahankan suku bunga Bank Rate pada 3,75% setelah keputusan bulat yang dipengaruhi oleh gejolak energi di Timur Tengah, yang memperumit prospek inflasi. Kebijakan selanjutnya BoE dijadwalkan pada 30 April. Sementara itu, Federal Reserve Amerika Serikat tetap pada kisaran suku bunga 3,50%‑3,75% sejak keputusan Maret, menunggu data ekonomi pekan ini untuk menilai langkah kebijakan selanjutnya.

Pasar valuta asing kini berada dalam fase menunggu; harapan akan resolusi diplomatik antara AS dan Iran dapat meningkatkan sentimen risiko, sementara data ekonomi AS yang kuat dapat menguatkan dolar dan menekan GBP kembali. Investor dan trader disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang dapat dipicu oleh perkembangan geopolitik atau data ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi.

Kesimpulannya, pergerakan GBP/USD pada minggu ini mencerminkan dinamika antara faktor geopolitik yang mengurangi ketegangan di Timur Tengah dan kalender data ekonomi Amerika Serikat yang padat. Meskipun pasangan berhasil memutuskan tren penurunan lima hari, struktur teknikal masih mengindikasikan tekanan jual yang kuat. Penguatan lebih lanjut akan bergantung pada hasil data ADP, penjualan ritel, PMI, serta reaksi pasar terhadap potensi akhir konflik AS‑Iran. Investor harus memantau level support di 1,3220 dan resistance di 1,3235 untuk mengidentifikasi peluang trading jangka pendek, sambil mempertimbangkan implikasi kebijakan moneter BoE dan Fed pada jangka menengah.

Leave a Comment