Emas Merayap Naik di Tengah Harapan Gencatan Senjata AS-Iran, Sentimen Pasar Membaik

IPD – 07 April 2026 | Harga emas (XAU/USD) menanjak tipis pada sesi perdagangan Senin setelah dolar Amerika Serikat melemah, mencerminkan perbaikan sentimen pasar yang dipicu oleh perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Pada saat penulisan, pasangan XAU/USD diperdagangkan sekitar $4.691, kembali naik dari level terendah intraday mendekati $4.600.

Pasar komoditas kini memperhatikan langkah-langkah diplomatik yang mengarah pada potensi gencatan senjata selama 45 hari antara Washington dan Teheran. Menurut laporan media internasional, kedua pihak bersama mediator regional sedang merumuskan kesepakatan dua tahap yang dapat mulai berlaku sesegera mungkin, termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa Teheran telah menyiapkan respons diplomatik terhadap Amerika Serikat dan akan mengumumkannya pada waktunya. Pernyataan tersebut menambah keyakinan pelaku pasar bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia dapat berkurang dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan pada akhir pekan bahwa AS bersedia melakukan serangan terhadap fasilitas listrik dan infrastruktur sipil Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali atau tidak tercapai kesepakatan pada batas waktu yang ditetapkan. Sikap tegas tersebut menambah dimensi risiko yang masih harus dipertimbangkan oleh investor.

Pengaruh langsung terhadap pasar energi terlihat dari pergerakan harga minyak yang sedikit mundur dari puncak tertinggi baru-baru ini, meskipun tetap berada pada level yang jauh di atas kondisi sebelum konflik. Penurunan harga minyak membantu meredam tekanan inflasi, namun tetap menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global apabila ketegangan kembali memuncak.

Di tengah ketidakpastian geopolitik, pasar terus menantikan kebijakan moneter bank sentral utama, terutama Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan atau bahkan meningkatkan suku bunga dalam jangka panjang menahan laju kenaikan emas, karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan dividen. Namun, sentimen risiko yang membaik akibat prospek diplomatik dapat menyeimbangkan tekanan tersebut.

Minggu ini, kalender ekonomi Amerika Serikat menampilkan beberapa indikator penting, termasuk Indeks Harga Konsumen (IHK), Indeks Harga Pengeluaran Konsumen Pribadi (PCE), serta data Nonfarm Payrolls (NFP) yang sebelumnya melampaui perkiraan. Selain itu, Indeks Manajer Pembelian (IMP) Jasa ISM akan menjadi fokus pada sesi perdagangan Amerika Serikat. Data-data ini diperkirakan akan memberikan arahan lebih jelas tentang inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed.

Dari sudut pandang teknikal, XAU/USD menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pada grafik harian, pasangan ini berhasil mempertahankan posisi di atas Simple Moving Average (SMA) 100-hari pada level 4.654, yang kini berfungsi sebagai support terdekat. Jika support ini tetap kuat, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju level $4.800, mendekati puncak Jumat lalu, sebelum menghadapi SMA 50-hari di sekitar $4.944 yang dapat berfungsi sebagai resistance tambahan.

Indeks Relative Strength (RSI) berada tepat di bawah level 50 setelah berhasil keluar dari zona jenuh jual, menandakan bahwa tekanan penurunan mulai melunak. Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah berbalik naik di atas garis sinyalnya dan bergerak kembali ke zona nol, mengindikasikan momentum bullish yang kembali menguat.

Namun, risiko tetap ada. Penembusan di bawah SMA 100-hari dapat membuka jalur menuju area $4.350, yang merupakan level terendah minggu lalu, dan selanjutnya support kuat di $4.100 yang bertepatan dengan swing low bulan Maret. Oleh karena itu, trader disarankan untuk memperhatikan pola candlestick serta volume perdagangan sebagai konfirmasi arah selanjutnya.

Secara keseluruhan, pergerakan harga emas pada hari ini mencerminkan kombinasi antara dinamika geopolitik, kebijakan moneter, dan faktor teknikal. Upaya diplomatik antara AS dan Iran memberikan dorongan positif bagi selera risiko, sementara kebijakan The Fed tetap menjadi pengatur utama bagi arah jangka menengah. Investor sebaiknya memantau perkembangan negosiasi gencatan senjata, data ekonomi utama AS, serta sinyal teknikal untuk menilai peluang masuk atau keluar posisi.

Leave a Comment