IPD – 11 April 2026 | Pasangan mata uang Euro versus Dolar Amerika (EUR/USD) kembali menguat di sekitar level 1,17 setelah mengalami fase konsolidasi yang relatif tenang. Kenaikan tipis 0,1% pada sesi Asia‑Amerika hari ini didorong oleh perbaikan sentimen pasar yang dipicu oleh pelonggaran sementara ketegangan geopolitik, serta dukungan teknikal yang mulai berbalik ke sisi bullish.
Strategis senior Scotiabank, Shaun Osborne dan Eric Theoret, menyoroti bahwa pergerakan terbaru Euro tidak sekadar reaksi jangka pendek, melainkan mencerminkan pembalikan risiko yang lebih konstruktif. Menurut mereka, permintaan perlindungan terhadap potensi pelemahan Euro telah berkurang, memungkinkan fokus kembali pada fundamental ekonomi zona euro serta kebijakan moneter ECB.
Faktor utama yang memperkuat prospek kenaikan jangka pendek adalah penyempitan spread imbal hasil antara obligasi pemerintah Amerika Serikat dan sekuritas berdenominasi Euro. Selisih yield yang lebih sempit meningkatkan daya tarik Euro bagi investor yang mencari return relatif lebih tinggi dibandingkan Dolar, sekaligus menurunkan tekanan jual pada pasangan mata uang.
Analisis teknikal menunjukkan bias bullish yang kuat. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) tetap berada di atas level 50, menandakan momentum positif yang berkelanjutan setelah berada pada zona oversold mendekati 20 pada pertengahan Maret. Sementara itu, resistance utama diproyeksikan berada di bawah 1,18, dengan area konsolidasi jangka pendek yang diperkirakan berada di kisaran 1,1680 hingga 1,1780. Jika Euro berhasil menembus batas atas kisaran tersebut, tekanan jual diperkirakan akan melemah, membuka jalan bagi pergerakan lebih lanjut menuju level psikologis 1,1900.
Berikut beberapa poin kunci yang dapat menjadi acuan bagi pelaku pasar:
- Risk‑on sentiment kembali menguat setelah pelonggaran ketegangan geopolitik, memberi dukungan pada Euro.
- Spread imbal hasil antara AS dan zona euro kini mendukung kenaikan EUR/USD dalam jangka pendek.
- RSI berada di zona bullish (>50), menandakan momentum positif.
- Resistance utama terletak di bawah 1,18; level ini menjadi target pertama jika tren naik berlanjut.
- Kisaran teknikal jangka pendek diperkirakan antara 1,1680‑1,1780.
Dari perspektif makro, kebijakan moneter Federal Reserve yang masih berada di fase pengetatan dapat menahan Dolar AS, sementara European Central Bank (ECB) diperkirakan akan mempertahankan kebijakan akomodatifnya untuk mendukung pemulihan ekonomi. Kombinasi kedua faktor ini menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi Euro, terutama bila data ekonomi zona euro menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada sektor manufaktur dan konsumsi.
Namun, trader tetap harus waspada terhadap potensi volatilitas yang dapat muncul dari data ekonomi utama atau pernyataan kebijakan yang tidak terduga. Jika Euro gagal menembus level 1,18 dan berbalik turun di bawah 1,1680, risiko koreksi kembali ke zona 1,15‑1,16 tidak dapat diabaikan.
Secara keseluruhan, analisis Scotiabank menegaskan bahwa EUR/USD berada dalam fase konsolidasi yang cenderung mengarah ke atas, dengan risiko naik yang terletak pada kisaran 1,1680‑1,1780. Para pelaku pasar disarankan untuk memantau pergerakan yield, data ekonomi zona euro, serta pernyataan kebijakan Federal Reserve sebagai indikator utama yang dapat memicu perubahan arah harga.
Dengan dukungan teknikal yang menguat, sentimen risiko yang kembali positif, dan spread imbal hasil yang mendukung, Euro diperkirakan akan terus menguji level resistance di bawah 1,18 dalam minggu-minggu mendatang. Bagi investor dan trader, memperhatikan sinyal breakout serta menjaga manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam mengoptimalkan peluang di pasar forex yang dinamis ini.
