EUR/USD Naik Tipis Usai Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Minyak Jatuh 10%

IPD – 18 April 2026 | Pasangan mata uang utama Euro terhadap Dolar Amerika (EUR/USD) menguat tipis pada sesi perdagangan Jumat, didorong oleh pergerakan geopolitik yang menurun setelah Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kenaikan ini menempatkan EUR/USD pada level sekitar 1,1814, mendekati puncak intraday 1,1849, dan menjaga momentum kenaikan mingguan ketiga beruntun.

Saat keputusan Iran menyatakan Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” untuk kapal komersial selama gencatan senjata, pasar melihat sinyal de‑eskalasi yang signifikan antara Washington dan Teheran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa meskipun akses kapal masih harus mendapat persetujuan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran, langkah tersebut menandakan niat untuk mengurangi ketegangan maritim yang selama ini menjadi sumber kecemasan global.

Reaksi pasar terhadap berita tersebut langsung terlihat pada Dolar AS. Indeks Dolar (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, tertekan di level sekitar 97,74 – titik terendah sejak akhir Februari. Penurunan ini mencerminkan penurunan permintaan akan Dolar dalam rangka mencari aset yang lebih aman, terutama setelah muncul harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara.

Sementara itu, harga minyak mentah mengalami penurunan tajam. West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 10% dalam satu hari, menyentuh level $80 per barel, level terendah sejak 10 Maret. Penurunan ini memberikan napas lega bagi pelaku pasar yang selama ini khawatir akan lonjakan inflasi akibat harga energi yang tinggi. Dampaknya terasa pada kebijakan moneter: tekanan inflasi yang melonggar mengurangi urgensi bank sentral untuk memperketat suku bunga.

Analisis para ekonom menunjukkan bahwa pasar kini memperkirakan probabilitas sekitar 50% bagi Federal Reserve (Fed) untuk memotong suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun. Sementara itu, ekspektasi terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) mulai melonggar, dengan spekulasi bahwa ECB dapat menunda atau mengurangi langkah pengetatan berikutnya.

Dalam konteks yang lebih luas, perhatian kini beralih ke putaran kedua pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran yang direncanakan menjelang akhir pekan. Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya memperpanjang gencatan senjata jika kedua pihak hampir mencapai kesepakatan, dan menyinggung adanya kesepakatan tentang apa yang ia sebut “debu nuklir”. Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran, pernyataan tersebut menambah optimisme di kalangan investor.

Namun, ketidakpastian tetap menghinggapi pasar. Isu-isu inti seperti program nuklir Iran dan keberlanjutan gencatan senjata di wilayah Teluk masih menjadi faktor risiko utama. Investor tetap berhati‑hati, meski ekspektasi bahwa konflik dapat mendekati akhir memberikan dorongan positif bagi risiko aset.

Data perubahan nilai tukar harian menunjukkan Dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama. EUR/USD naik 0,33%, sementara EUR/GBP dan EUR/JPY masing-masing naik 0,04% dan 0,58%. Pada sisi lain, Dolar Kanada (CAD) menguat tipis terhadap Dolar AS, mencerminkan dinamika yang kompleks di pasar valuta asing.

Berikut rangkuman singkat pergerakan mata uang utama pada hari tersebut:

  • EUR/USD: 1,1814 (+0,33%)
  • GBP/USD: 1,3632 (+0,04%)
  • USD/JPY: 144,70 (+0,58%)
  • USD/CAD: 1,3625 (-0,07%)

Secara keseluruhan, kombinasi antara pembukaan Selat Hormuz, penurunan tajam harga minyak, dan pelemahan Dolar AS menciptakan lanskap yang lebih condong pada euro. Jika tren de‑eskalasi geopolitik berlanjut dan tekanan inflasi berkurang, euro berpotensi terus menguat dalam beberapa sesi ke depan.

Investor dan pelaku pasar disarankan tetap memantau perkembangan diplomatik serta data ekonomi utama, terutama laporan inflasi di Amerika Serikat dan zona euro, yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter dalam beberapa minggu mendatang.

Leave a Comment