IPD – 04 April 2026 | Pasangan mata uang EUR/USD kembali menembus level terendah sesi hari Kamis, menyentuh angka di bawah 1,1500 setelah sempat memantul secara spontan di 1,1627. Penurunan lebih dari 0,5% ini memperpanjang tren penurunan yang dimulai dari puncak harian Rabu pada 1,1625, dan menandai pergeseran sentimen pasar menuju pola risk‑off.
Faktor utama yang mendorong euro melemah adalah ekspektasi perang yang lebih lama antara Amerika Serikat dan Iran, serta kenaikan harga minyak mentah. Kedua elemen ini memperkuat posisi dolar AS sebagai aset safe‑haven dan menambah tekanan pada zona euro yang sangat tergantung pada impor minyak.
Faktor geopolitik
- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak memberikan batas waktu spesifik untuk konflik di Iran dalam pernyataan televisi pada hari Rabu, melainkan menegaskan kembali retorika konfrontatif dan menyerukan sekutu untuk memperkuat kehadiran di Selat Hormuz.
- Ketidakpastian geopolitik tersebut memicu penurunan selera risiko di kalangan investor, mengakibatkan penjualan ekuitas dan pergeseran dana ke aset yang dianggap lebih aman, terutama dolar AS.
Kenaikan harga minyak
- Harga minyak mentah mengalami lonjakan signifikan setelah munculnya spekulasi tentang gangguan pasokan akibat ketegangan di kawasan Teluk Persia.
- Zona euro, yang merupakan importir bersih minyak, menghadapi beban biaya energi yang lebih tinggi, menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi regional dan menambah tekanan pada euro.
Analisis teknikal
Secara teknikal, indikator menunjukkan momentum bearish yang menguat. Garis tren balik dari channel bullish yang sebelumnya menahan euro kini ditembus di bawah 1,1630, menegaskan arah turun yang lebih luas. Moving Average Convergence Divergence (MACD) hampir menembus garis sinyal ke arah negatif, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di bawah level 50, menandakan dominasi tekanan jual.
Support penting terletak di level 1,1440, yang menjadi target pertama bagi para penjual. Jika tekanan berlanjut, level Fibonacci ekstensi 127,2% dari aksi jual awal Maret dapat menarik harga ke arah 1,1327. Di sisi atas, resistance pertama berada di 1,1606, diikuti oleh level 1,1630 dan puncak sesi sebelumnya pada 1,1640.
Data historis menunjukkan bahwa euro pernah mencapai level terendah pada 13 Maret di 1,1411. Penembusan support 1,1440 dapat membuka peluang bagi penurunan lebih dalam, sementara kegagalan untuk menembus resistance 1,1606 dapat menahan penurunan lebih lanjut.
Pengaruh kebijakan moneter ECB
Bank Sentral Eropa (ECB) masih berada di tengah kebijakan yang menyeimbangkan antara menurunkan inflasi dan mendukung pertumbuhan. Meskipun data inflasi zona euro belum menunjukkan tekanan yang signifikan, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi tetap menjadi faktor penguat euro. Namun, dalam konteks saat ini, sentimen risk‑off dan kenaikan harga energi lebih dominan daripada pergerakan kebijakan moneter.
Secara keseluruhan, euro saat ini berada di persimpangan penting antara tekanan eksternal yang berasal dari geopolitik dan pasar energi, serta faktor teknikal yang menguatkan tren bearish. Investor perlu memantau perkembangan situasi Iran serta pergerakan harga minyak, sekaligus mengawasi level support 1,1440 dan 1,1327 sebagai titik potensi pembalikan atau kelanjutan penurunan.
Kesimpulannya, kombinasi geopolitik yang menegangkan, kenaikan harga minyak, serta indikator teknikal yang mengindikasikan momentum jual yang kuat, telah mendorong EUR/USD menembus batas psikologis 1,1500. Selama kondisi risk‑off tetap menguasai pasar, kemungkinan euro akan terus berada di bawah level support kritis, kecuali muncul berita positif yang dapat mengubah persepsi risiko investor.
