USD/JPY Memantul dari Titik Terendah Minggu Ini, Support Kuat di Sekitar 158,25

IPD – 16 April 2026 | Pasangan mata uang USD/JPY kembali menarik perhatian para trader selama sesi Asia setelah sempat menembus level terendah mingguan di sekitar 158,25. Pada akhir sesi Kamis, harga spot berhasil bangkit beberapa poin, berakhir di kisaran 158,70, menandakan penurunan lebih dari 0,15% dalam satu hari perdagangan.

Lonjakan penurunan ini dipicu oleh serangkaian faktor fundamental yang memperkuat yen Jepang (JPY) sekaligus melemahkan dolar AS (USD). Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyampaikan bahwa ia baru saja berdiskusi dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengenai kebijakan valuta asing. Pernyataan tersebut menimbulkan kembali spekulasi bahwa pemerintah Jepang siap melakukan intervensi di pasar untuk menstabilkan yen, yang pada gilirannya mendorong apresiasi mata uang tersebut.

Di samping itu, prospek diplomasi yang lebih baik antara Iran dan negara-negara Barat mengurangi ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Penurunan ketegangan ini mengurangi permintaan akan safe‑haven yen, namun masih belum cukup kuat untuk menggerakkan yen melampaui level support utama pada Exponential Moving Average (EMA) 200 periode pada grafik empat jam. Bagi banyak penjual, level tersebut menjadi batas bawah penting; penembusan yang jelas di bawahnya dapat memicu penjualan lanjutan dan menambah tekanan pada USD/JPY.

  • USD/JPY menarik penjual baru di Asia karena kekhawatiran intervensi yen yang kembali muncul.
  • Harapan akan perbaikan hubungan Iran serta melemahnya ekspektasi kebijakan hawkish Federal Reserve menambah tekanan pada dolar.
  • Penjual menunggu konfirmasi penembusan di bawah support kisaran perdagangan sebelum membuka posisi short lebih lanjut.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah meluncur ke zona negatif dan terus menurun, menandakan momentum bearish yang masih berlanjut. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 41, mengindikasikan kondisi netral‑to‑bearish. Kombinasi kedua indikator ini menyarankan agar trader menunggu pola penurunan yang lebih jelas sebelum menempatkan taruhan bearish baru.

Jika pasangan ini berhasil tetap di atas EMA 200, bias dasar tetap moderat bullish, dan setiap pemulihan kecil dari level saat ini kemungkinan besar akan dilihat sebagai kelanjutan tren naik jangka pendek, bukan sinyal pembalikan yang berkelanjutan. Sebaliknya, penembusan yang konsisten di bawah EMA 200 akan membuka jalan bagi koreksi yang lebih dalam, mengingat JPY masih menjadi mata uang yang paling kuat melawan dolar dalam beberapa minggu terakhir.

Berikut adalah ringkasan perubahan persentase nilai yen terhadap mata uang utama pada hari tersebut:

Mata Uang DasarUSDEURGBPJPYCADAUDNZDCHF
USD-0.09%-0.11%-0.17%-0.16%-0.26%-0.01%-0.14%
EUR0.09%-0.03%-0.07%-0.07%-0.17%0.05%-0.05%
GBP0.11%0.03%-0.04%-0.06%-0.15%0.08%-0.03%
JPY0.17%0.07%0.04%-0.00%-0.09%0.10%0.03%
CAD0.16%0.07%0.06%0.00%-0.09%0.13%-0.00%
AUD0.26%0.17%0.15%0.09%0.09%0.22%0.14%
NZD0.00%-0.05%-0.08%-0.10%-0.13%-0.22%-0.10%
CHF0.14%0.05%0.03%-0.03%0.00%-0.14%0.10%

Data di atas memperlihatkan yen sebagai mata uang yang paling kuat terhadap dolar pada hari tersebut, mendukung narasi bahwa tekanan intervensi serta sentimen global yang lebih lunak terhadap dolar sedang memengaruhi pergerakan USD/JPY.

Kesimpulannya, pasangan USD/JPY berada pada titik kritis di sekitar level 158,25‑158,70. Selama harga dapat bertahan di atas EMA 200 periode, peluang bagi pasangan ini untuk melanjutkan rally moderat masih terbuka. Namun, jika terjadi penembusan berkelanjutan di bawah support tersebut, risiko penurunan lebih dalam akan meningkat, mendorong para penjual untuk menambah posisi short. Trader disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan intervensi Jepang serta data ekonomi AS yang dapat mengubah sentimen pasar secara signifikan.

Leave a Comment