Prediksi EUR/USD: Kebijakan ECB yang Tegas Dukung Penguatan Euro, Kata Analyst ING

IPD – 09 April 2026 | Analisis terbaru yang disampaikan oleh Francesco Pesole, analis senior di ING, menyoroti dinamika pasar valuta asing yang masih dipengaruhi kuat oleh ekspektasi penetapan kebijakan suku bunga European Central Bank (ECB). Meskipun para pelaku pasar kini tampak lebih tertarik pada mata uang dengan eksposur beta yang tinggi, pandangan Pesole mengindikasikan bahwa keputusan ECB dapat memberikan dukungan yang lebih berkelanjutan bagi euro dibandingkan dengan faktor-faktor lain.

Dalam konteks penurunan harga energi global, pasar secara konsisten mengkalkulasi bahwa ECB akan melakukan pengetatan moneter senilai sekitar 58 basis poin hingga akhir tahun. Angka ini mencerminkan persepsi bahwa meskipun biaya energi turun, tekanan inflasi di zona euro masih cukup kuat untuk mempertahankan kebijakan moneter yang relatif hawkish. Pesole menegaskan bahwa penurunan harga minyak yang bersifat moderat saja tidak akan cukup untuk menurunkan ekspektasi pengetatan ECB di bawah 50 basis poin.

Situasi geopolitik, terutama ketegangan yang masih berlangsung di wilayah Teluk, menambah lapisan ketidakpastian pada pergerakan harga minyak. Karena aliran minyak tetap tidak stabil, ECB diperkirakan akan menghindari langkah-langkah yang terlalu cepat untuk mengubah narasi kebijakan menjadi lebih dovish. Hal ini berpotensi membuat euro tetap kuat relatif terhadap dolar Amerika, yang kebijakannya tampak lebih fleksibel dalam menanggapi perkembangan ekonomi global.

Dalam analisis teknikal, Pesole menyoroti bahwa lonjakan EUR/USD menuju level 1,1800 masih dianggap prematur. Volatilitas yang masih tinggi di pasar energi dan ketidakpastian geopolitik membuat pergerakan tajam ke level tersebut kurang berkelanjutan. Sebaliknya, zona support di kisaran 1,1700 hingga 1,1730 dianggap lebih realistis sebagai target jangka pendek, mengingat dukungan kebijakan ECB yang tetap hawkish.

Berikut rangkuman poin-poin utama dari analisis ING:

  • Pasar mengkalkulasi pengetatan ECB sekitar 58 basis poin hingga akhir 2024.
  • Penurunan harga energi yang moderat tidak cukup untuk menurunkan ekspektasi pengetatan di bawah 50 basis poin.
  • Siklus suku bunga ECB biasanya melibatkan dua kenaikan 25 basis poin atau tidak ada kenaikan sama sekali, sehingga perubahan kebijakan signifikan membutuhkan sinyal eksplisit.
  • Ketegangan geopolitik di Teluk menambah ketidakpastian aliran minyak, memperkuat kecenderungan ECB untuk tetap hawkish.
  • Target teknikal jangka pendek EUR/USD berada di zona 1,1700‑1,1730, bukan lonjakan ke 1,1800.

Secara keseluruhan, pandangan Pesole menekankan pentingnya kebijakan ECB sebagai faktor penentu utama dalam pergerakan euro. Meskipun faktor eksternal seperti harga energi dan dinamika geopolitik memiliki peran, ekspektasi penetapan kebijakan moneter yang masih condong ke arah pengetatan memberikan landasan yang kuat bagi euro untuk menguat kembali terhadap dolar. Jika ECB memang mempertahankan jalur kebijakan hawkish, euro diperkirakan akan terus menguji level resistance di atas 1,1750, dengan kemungkinan rebound ke zona support yang telah disebutkan.

Investor dan trader yang memantau pasangan EUR/USD disarankan untuk tetap memperhatikan rilis data inflasi zona euro serta pernyataan resmi dari ECB. Sinyal kebijakan yang lebih dovish, jika muncul, dapat menjadi pemicu pergeseran sentimen pasar yang signifikan, namun hingga saat ini, ekspektasi tetap mengarah pada kebijakan yang relatif ketat.

Dengan fondasi kebijakan moneter yang kuat dan dukungan pasar terhadap ekspektasi pengetatan, euro diproyeksikan akan tetap berada di kisaran menengah tahun ini, menantang dolar dalam persaingan nilai tukar global.

Leave a Comment