EUR/GBP Menembus Level 0,8700 di Tengah Sentimen Risk‑Off Ringan

IPD – 06 April 2026 | Pasangan mata uang Euro terhadap Pound Inggris (EUR/GBP) kembali mengalami penurunan pada awal minggu, menembus zona 0,8700 di tengah kondisi pasar yang masih didominasi oleh sikap risk‑off meski dengan intensitas yang relatif ringan. Pada penulisan ini, nilai tukar tercatat di 0,8720, sedikit di bawah puncak sesi harian yang sempat mencapai 0,8735. Meskipun demikian, level tersebut masih berada dalam rentang perdagangan yang telah terbentuk selama beberapa hari terakhir.

Penurunan ini terjadi pada hari Senin yang sekaligus merupakan hari libur Paskah bagi sebagian besar pasar global, sehingga likuiditas terbatas dan pergerakan harga cenderung dipengaruhi oleh berita geopolitik yang muncul secara mendadak. Salah satu faktor utama yang memicu ketidakpastian adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan menghancurkan jembatan dan instalasi energi Iran jika Tehran tidak membuka Selat Hormuz sebelum batas waktu yang ditetapkan pada Selasa malam. Ancaman tersebut menambah tekanan pada sentimen risiko, meskipun tidak cukup kuat untuk memicu penurunan tajam pada pasangan EUR/GBP.

Pada saat yang sama, laporan dari Axios mengabarkan adanya upaya mediasi regional yang sedang berlangsung untuk menegosiasikan gencatan senjata selama 45 hari. Jika berhasil, kesepakatan tersebut dapat meredam ketegangan di Timur Tengah dan memberikan sedikit ruang bernapas bagi para pelaku pasar. Namun, pernyataan kontradiktif dari Trump tetap menjadi faktor pengganggu yang membuat para trader tetap waspada.

Secara fundamental, pergerakan EUR/GBP masih dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan moneter antara European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE). Euro menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan Pound, terutama setelah zona Euro berhasil menahan tekanan inflasi yang lebih tinggi dengan kebijakan suku bunga yang lebih ketat. ECB diperkirakan akan melanjutkan jalur kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, sementara BoE, yang dipimpin oleh Gubernur Andrew Bailey, tampak lebih berhati-hati dan mengindikasikan bahwa pengetatan moneter tidak akan segera dilakukan. Kondisi ini menahan laju penurunan EUR/GBP, meski tekanan dari sentimen risk‑off tetap ada.

  • Euro tetap dekat level tertinggi satu bulan setelah menguat lebih dari 1% selama tiga minggu terakhir.
  • Pound Inggris tertekan oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar di Inggris.
  • Ancaman militer AS terhadap Iran menambah volatilitas pasar, namun mediasi gencatan senjata memberikan sedikit dukungan bagi sentimen risiko.

Di kalender ekonomi, fokus utama pada Senin adalah indeks Keyakinan Investor Sentix untuk zona Euro. Indeks ini, yang disurvei oleh 1.600 analis keuangan dan investor institusional, memberikan gambaran mengenai ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan persepsi risiko. Pembacaan sebelumnya menunjukkan nilai –3,1, menandakan sentimen yang masih negatif. Jika hasil survei berikutnya tetap berada di wilayah negatif atau bahkan menurun, hal tersebut dapat menambah beban pada Euro, meski kebijakan ECB yang ketat masih menjadi penopang utama.

Data Sentix biasanya memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter ECB, karena indeks yang lebih tinggi dapat memperkuat argumen untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sebaliknya, nilai yang lebih rendah dapat mengindikasikan bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sehingga ECB mungkin memperlambat siklus pengetatan. Bagi pasangan EUR/GBP, perubahan persepsi ini dapat memperlebar atau mempersempit selisih kebijakan antara dua bank sentral, yang pada gilirannya memengaruhi nilai tukar.

Selain faktor kebijakan, dinamika geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi katalis utama bagi pergerakan nilai tukar. Konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi, khususnya minyak dan gas, yang secara tidak langsung memengaruhi nilai tukar mata uang utama. Jika konflik berlanjut atau eskalasi terjadi, biasanya mata uang safe‑haven seperti Euro akan mendapat dukungan, sementara Pound yang lebih sensitif terhadap sentimen risiko dapat melemah.

Secara teknis, grafik EUR/GBP masih berada di bawah level resistensi psikologis 0,8750, sementara support kuat terletak di sekitar 0,8620. Penembusan di bawah level support tersebut dapat membuka peluang bagi penurunan lebih lanjut ke zona 0,8550. Namun, selama nilai tukar tetap berada di atas 0,8600, Euro masih dapat mempertahankan posisi relatifnya terhadap Pound, mengingat perbedaan kebijakan moneter yang masih cukup signifikan.

Para analis memperkirakan bahwa pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada dua faktor utama: hasil survei Sentix dan perkembangan terbaru terkait mediasi konflik Iran. Jika Sentix menunjukkan perbaikan dan mediasi gencatan senjata berhasil, maka risiko pasar dapat berkurang, memberikan ruang bagi Euro untuk kembali menguat dan menembus level 0,8800. Sebaliknya, jika ketegangan geopolitik meningkat dan Sentix tetap negatif, maka EUR/GBP berpotensi melanjutkan penurunan menuju level 0,8600 atau lebih rendah.

Kesimpulannya, meskipun EUR/GBP telah menembus zona 0,8700, pasangan mata uang ini masih berada dalam rentang perdagangan yang relatif sempit. Faktor utama yang menentukan arah selanjutnya meliputi perbedaan kebijakan moneter ECB‑BoE, sentimen risk‑off yang dipicu oleh ketegangan Iran‑AS, serta data Sentix yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Trader dan investor sebaiknya tetap memantau perkembangan geopolitik dan kalender ekonomi untuk menyesuaikan strategi mereka.

Leave a Comment