IPD – 16 April 2026 | Pasangan mata uang Euro versus Yen Jepang (EUR/JPY) diperdagangkan pada kisaran 187,50 selama sesi perdagangan Eropa awal pada hari Kamis, menunjukkan sedikit penurunan namun tetap berada dalam zona bullish di atas Exponential Moving Average (EMA) 100‑hari. Penurunan ini terjadi di tengah spekulasi intervensi oleh otoritas Jepang serta ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) pada akhir Juni.
Yen menguat terhadap Euro setelah Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyampaikan kepada kelompok G7 bahwa mereka harus memantau pergerakan valuta asing dengan cermat. Pernyataan tersebut menambah tekanan pada EUR/JPY, namun tidak cukup kuat untuk menembus level kunci EMA 100‑hari yang saat ini berada di sekitar 182,75. Dengan demikian, sentimen jangka pendek tetap bullish meski terdapat koreksi minor.
Secara teknikal, grafik harian EUR/JPY menampilkan beberapa titik penting. Resistance pertama terletak pada Bollinger Band atas di level 187,95, dengan potensi kelanjutan naik menuju 188,50 bila momentum tetap kuat. Di sisi lain, support awal dapat ditemukan di level 186,20, yang merupakan titik terendah pada 13 April lalu. Jika harga berhasil menembus support tersebut, level selanjutnya yang harus diwaspadai berada di sekitar 185,00 pada Bollinger Band tengah, dan penurunan lebih dalam dapat menguji EMA 100‑hari di 182,75.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14‑hari berada di kisaran 69, sedikit di bawah zona overbought. Ini mengindikasikan bahwa meskipun momentum kenaikan masih terjaga, terdapat risiko bahwa pergerakan harga dapat menjadi berlebihan bila tidak ada jeda korektif. Kombinasi antara RSI yang mendekati overbought dan harga yang berada di dekat envelope volatilitas terbaru menandakan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi sebelum melanjutkan tren naik atau berbalik arah.
Faktor fundamental yang memengaruhi pasangan ini juga patut diperhatikan. BoJ diproyeksikan akan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1,00 % pada akhir Juni, dengan hampir dua pertiga ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan langkah tersebut. Kenaikan suku bunga dapat memperkuat Yen, mengingat perbedaan kebijakan moneter antara Jepang dan bank sentral utama lainnya, terutama Federal Reserve Amerika Serikat, yang masih berada pada tingkat suku bunga yang relatif tinggi.
Selain kebijakan suku bunga, persepsi risiko global turut berperan. Yen tradisionalnya dipandang sebagai safe‑haven; saat pasar mengalami ketidakpastian atau tekanan geopolitik, permintaan terhadap Yen cenderung meningkat. Konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan terkait perang Iran, menambah volatilitas pasar valuta asing dan dapat memicu pergerakan Yen yang signifikan.
Berikut rangkuman poin‑poin penting yang dapat membantu trader dan investor dalam mengambil keputusan:
- Harga terkini: EUR/JPY berada di sekitar 187,50, sedikit di bawah level resistance 187,95.
- Bias teknikal: Tetap bullish di atas EMA 100‑hari (≈182,75); RSI 14‑hari di 69.
- Resistance utama: 187,95 (Bollinger Band atas) dan 188,50 (potensi lanjutan).
- Support utama: 186,20 (low 13 April) dan 185,00 (Bollinger Band tengah).
- Faktor fundamental: Kemungkinan BoJ naikkan suku bunga ke 1 % pada akhir Juni; perhatian G7 terhadap potensi intervensi yen.
- Sentimen risiko: Yen sebagai safe‑haven dapat menguat bila risiko geopolitik meningkat.
Jika EUR/JPY berhasil menembus resistance 187,95 dengan volume kuat, pasangan ini dapat melanjutkan kenaikan menuju zona 188,50 dan selanjutnya menguji level psikologis 189,00. Sebaliknya, penurunan di bawah support 186,20 dapat memicu penurunan lebih dalam hingga 185,00, dan jika tekanan berlanjut, EMA 100‑hari di 182,75 dapat menjadi batas terakhir sebelum koreksi lebih tajam.
Trader yang mengandalkan strategi breakout perlu memperhatikan volume perdagangan dan konfirmasi dari indikator momentum seperti MACD atau Stochastic untuk menghindari sinyal palsu. Sedangkan bagi investor jangka menengah, memperhatikan kebijakan BoJ dan pernyataan resmi G7 dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang arah pergerakan Yen dalam beberapa minggu ke depan.
Kesimpulannya, meskipun EUR/JPY mengalami penurunan ringan ke 187,50, pasangan ini tetap berada dalam kerangka bullish di atas EMA 100‑hari, didukung oleh indikator teknikal yang masih menguat dan faktor fundamental yang belum sepenuhnya memicu koreksi tajam. Namun, trader harus tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang dapat dipicu oleh intervensi yen atau perubahan kebijakan suku bunga BoJ. Memantau level resistance 187,95 dan support 186,20 akan menjadi kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
