IPD – 19 April 2026 | Grand Prix MotoGP Spanyol 2026 akan digelar pada 24-26 April di sirkuit legendaris Jerez. Balapan ini menjadi sorotan utama karena Ducati tampak masih kesulitan menembus puncak podium, sementara ketegangan internal tim, khususnya kemarahan Dall’Igna, dapat memengaruhi performa mesin Desmosedici GP26.
Marc Marquez, yang masih belum meraih kemenangan musim ini, diprediksi akan berusaha memperbaiki kesalahan dari seri-seri sebelumnya. Jerez memang bukan sirkuit yang asing bagi Marquez, namun kepercayaan diri dan performa motor menjadi faktor penentu. Di sisi lain, pembalap Ducati asal Italia, Fabio Di Giannantonio (VR46), menunjukkan konsistensi tinggi dengan beberapa podium penting pada fase awal musim. Meski demikian, tekanan dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin yang beraksi di Aprilia, terus menguji batas kemampuan Ducati.
Alex Marquez, adik dari Marc, mengungkapkan bahwa adaptasi dengan Ducati Desmosedici GP26 masih berlangsung. Pada seri ketiga, ia berada di peringkat kedelapan dengan 28 poin, dengan hasil terbaik finis keenam di GP Brasil. Alex menilai motor GP26 memiliki potensi lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya, meski setelan masih perlu disesuaikan dengan gaya balapnya. “Motor ini sedikit berbeda, tetapi kami yakin dengan penyetelan yang tepat, Ducati dapat kembali bersaing di depan,” ujar Alex dalam wawancara dengan Crash pada 17 April 2026.
Dominasi Aprilia di awal musim tidak dapat diabaikan. Marco Bezzecchi berhasil menyapu bersih tiga seri pembuka, menunjukkan bahwa tim Italia memiliki keunggulan teknis dan strategi yang solid. Keberhasilan ini menambah beban pada Ducati untuk mengejar ketertinggalan, terutama menjelang balapan di Spanyol.
Berikut adalah ringkasan performa tim hingga seri ketiga:
- Marc Marquez (Honda) – Peringkat 5, 32 poin
- Alex Marquez (Ducati) – Peringkat 8, 28 poin
- Fabio Di Giannantonio (Ducati) – Peringkat 6, 30 poin
- Marco Bezzecchi (Aprilia) – Peringkat 1, 45 poin
- Jorge Martin (Aprilia) – Peringkat 2, 42 poin
Kemarahan Dall’Igna, julukan yang sering dipakai untuk menyebut Fabio Di Giannantonio, semakin memuncak setelah serangkaian keputusan tim yang dianggap kurang menguntungkan. Ia menilai bahwa tim belum memberikan dukungan teknis yang memadai, terutama dalam hal pengaturan suspensi dan elektronik. Ketegangan ini berpotensi mengganggu fokus pembalap pada hari balapan.
Menjelang GP Spanyol, Ducati berupaya meningkatkan performa motor dengan mengoptimalkan aerodinamika serta menguji berbagai kombinasi ban. Tim teknis juga tengah mengevaluasi data telemetry untuk menemukan celah kecepatan di lintasan lurus Jerez yang terkenal dengan akselerasi cepat dan tikungan berkecepatan tinggi.
Para analis memperkirakan bahwa Ducati Spanyol 2026 akan menjadi titik balik jika tim mampu memanfaatkan keunggulan motor baru serta menenangkan dinamika internal. Sementara itu, Alex Marquez menekankan pentingnya evaluasi lebih lanjut setelah seri kelima atau keenam sebelum menilai secara keseluruhan performa tim.
Jika Ducati dapat mengatasi tantangan teknis dan menurunkan ketegangan dengan Dall’Igna, peluang untuk kembali bersaing di podium tidak mustahil. Namun, dengan Aprilia yang masih berada di puncak klasemen, persaingan di Jerez diprediksi akan sangat ketat, menuntut strategi cerdas dan konsistensi tinggi dari semua pembalap.
