IPD – 12 April 2026 | JAKARTA – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, memberikan pernyataan tegas mengenai niat klub balap Italia tersebut untuk mengincar Francesco “Pecco” Bagnaia sebagai bagian utama program pembangunan kembali tim menjelang musim MotoGP 2027. Dalam wawancara eksklusif dengan Gazzetta Dello Sport, Rivola menegaskan bahwa keberadaan Bagnaia di radar Aprilia bukan sekadar rumor, melainkan langkah strategis untuk menantang dominasi Ducati dan tim‑tim raksasa lainnya.
Rivola menyoroti keberhasilan Aprilia dalam menghidupkan kembali karier pembalap muda seperti Marco Bezzecchi, dan menyatakan keyakinannya bahwa pengalaman dua kali juara dunia Bagnaıa dapat dioptimalkan dengan mesin V4 850cc yang akan dipakai mulai 2027. “Perubahan regulasi mesin ke 850cc membuka peluang bagi tim yang dapat mengintegrasikan teknologi dan kebijakan rider‑centric secara cepat. Kami percaya Bagnaıa memiliki potensi untuk menjadi poros utama dalam skema baru kami,” ujarnya.
Menurut Rivola, keputusan Aprilia bukanlah reaksi impulsif terhadap penurunan performa Bagnaıa di Ducati selama dua musim terakhir. Ia menambahkan bahwa kegagalan Bagnaıa menaklukkan motor Desmosedici GP25 merupakan sinyal bagi Ducati untuk mengevaluasi kembali hubungan mereka dengan pembalap tersebut. “Kami melihat peluang di mana Bagnaıa dapat menemukan kembali semangat juara yang sempat memudar,” jelas Rivola.
Rivola juga menyinggung kompetisi internal Ducati yang kini menyiapkan Pedro Acosta untuk musim 2027, menandakan bahwa Ducati sudah mulai mengalihkan fokusnya ke generasi berikutnya. “Kehadiran Acosta di Ducati mempertegas bahwa era Pecco di Borgo Panigale semakin menipis. Ini memberi ruang bagi Aprilia untuk menawarkan proyek yang lebih bersahabat bagi pembalap yang ingin kembali ke puncak,” kata Rivola.
Berikut poin‑poin utama yang diutarakan Rivola dalam konferensi pers:
- Aprilia berkomitmen pada pengembangan mesin V4 850cc yang diharapkan memberikan keseimbangan antara tenaga dan handling.
- Bagnaıa dipandang sebagai pembalap yang masih memiliki “fuel” kompetitif, namun membutuhkan lingkungan yang mendukung untuk mengekspresikannya kembali.
- Strategi pemasaran dan branding tim akan menitikberatkan pada kisah kebangkitan kembali, yang diharapkan menarik sponsor dan basis penggemar baru.
- Tim akan meningkatkan kolaborasi dengan tim teknik Italia, termasuk penggunaan data telemetri canggih untuk menyesuaikan motor dengan gaya mengemudi Bagnaıa.
- Aprilia menargetkan setidaknya satu kemenangan di musim pembuka 2027 sebagai tolok ukur awal.
Penggemar MotoGP di seluruh dunia menanggapi pernyataan Rivola dengan antisipasi tinggi. Sejumlah analis sport motor menilai bahwa kehadiran Bagnaıa di Aprilia dapat menambah persaingan sengit, terutama mengingat perubahan regulasi mesin yang menurunkan keunggulan tradisional Ducati yang berfokus pada mesin 1000cc.
Sementara itu, pihak Ducati belum mengeluarkan komentar resmi mengenai situasi ini. Namun, dalam beberapa pernyataan sebelumnya, Ducati menegaskan bahwa mereka akan tetap fokus pada pengembangan motor Desmosedici generasi berikutnya dan menyiapkan pembalap muda untuk mengisi slot yang ditinggalkan oleh Bagnaıa.
Rivola menutup wawancara dengan menekankan bahwa keputusan akhir terkait kontrak Bagnaıa akan melibatkan negosiasi yang adil bagi kedua belah pihak. “Kami tidak ingin sekadar mengejar nama besar, melainkan membangun sinergi yang menghasilkan prestasi. Jika semua unsur cocok, maka Aprilia siap menyambut Bagnaıa dengan tangan terbuka,” ujarnya.
Dengan regulasi baru yang akan mengubah lanskap teknis MotoGP, langkah Aprilia untuk mengincar Bagnaıa menandai fase penting dalam persaingan tim‑tim papan atas. Bagaimana hasil akhir negosiasi dan performa mesin V4 850cc masih menjadi pertanyaan besar, namun satu hal yang pasti: musim 2027 akan menjadi medan pertempuran baru bagi para juara dunia dan tim yang berambisi menguasai puncak podium.
Jika kontrak tersebut terwujud, Bagnaıa akan menjadi pembalap pertama yang pindah dari Ducati ke Aprilia dalam era modern MotoGP, sebuah pergeseran yang dapat mengubah dinamika kompetisi selama beberapa musim ke depan.
