IPD – 07 April 2026 | Pertandingan antara Persik Kediri dan Persijap Jepara pada Senin (6/4/2026) berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Brawijaya, Kediri. Laga yang merupakan lanjutan BRI Super League 2025/2026 ini memperlihatkan dominasi Persik Kediri sebagai tuan rumah, namun sayangnya mereka tidak mampu mengubah peluang menjadi gol.
Sejak peluit pertama ditiup, Persik langsung menekan lini pertahanan Persijap. Pada menit ke-28, penyerang asal Spanyol, Jose Enrique, berhasil mencetak gol setelah menerima umpan terobosan. Namun, keputusan wasit berubah setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi offside, sehingga gol tersebut dianulir. Keputusan tersebut menambah ketegangan di lapangan, terutama di antara suporter yang mulai riuh di dalam dan luar stadion.
Kesempatan emas kembali datang pada menit ke-60 ketika wasit memberi tendangan penalti kepada Persik. Jose Enrique kembali menjadi eksekutor, namun tendangannya tidak berhasil menembus jaring kiper Persijap, yang berhasil menepis bola dengan sigap. Kegagalan ini menjadi momen krusial yang membuat Persik kehilangan peluang untuk membuka keunggulan.
Sepanjang 90 menit, kedua tim tetap saling menahan, menghasilkan statistik clean sheet untuk kedua belah pihak. Persik Kediri menempati peringkat ke-12 klasemen sementara dengan 30 poin, sementara Persijap Jepara berada di peringkat ke-14 dengan 22 poin.
| Tim | Peringkat | Poin |
|---|---|---|
| Persik Kediri | 12 | 30 |
| Persijap Jepara | 14 | 22 |
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengaku kecewa dengan hasil imbang ini. Ia menilai timnya pantas meraih tiga poin karena telah menguasai permainan, namun menyebut faktor keberuntungan tidak berpihak pada mereka. “Kami merasa pantas mendapatkan tiga poin. Ada satu gol dianulir dan penalti yang gagal. Ini soal keberuntungan, dan hari ini bukan milik kami,” ujarnya. Meskipun demikian, Torres tetap memuji kerja keras pemain, mengingatkan bahwa mereka berhasil menjaga clean sheet meski terdapat beberapa kesalahan dan beberapa pemain absen karena cedera atau akumulasi kartu, termasuk Ezra Walian.
Torres menambahkan bahwa absennya beberapa pemain justru menjadi peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitasnya. “Ada banyak pemain yang tidak bisa tampil, tapi ini juga peluang bagi pemain lain. Mereka bisa tampil dan menunjukkan kualitasnya,” katanya.
Sementara itu, pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui hasil imbang tidak sesuai target timnya. “Kami datang ke sini target tiga poin, namun dapat satu poin sehingga harus lebih kerja keras lagi,” ujarnya. Lemos menegaskan bahwa timnya harus memperbaiki performa untuk laga berikutnya.
Di luar lapangan, suporter Persik Kediri dan Persijap Jepara terlibat kericuhan, baik di dalam stadion maupun di area sekitar. Kejadian ini menambah sorotan pada keamanan pertandingan dan menimbulkan keprihatinan bagi penyelenggara liga.
Secara keseluruhan, meski Persik Kediri menguasai bola dan menciptakan peluang yang jelas, keputusan VAR dan kegagalan mengeksekusi penalti menjadi faktor penentu yang membuat mereka harus puas dengan satu poin tambahan. Kedua tim kini akan menatap laga berikutnya dengan harapan dapat memperbaiki posisi di klasemen.
Dengan hasil ini, Persik Kediri tetap berada di zona tengah klasemen, namun tekanan untuk meningkatkan konsistensi tetap tinggi. Sementara Persijap Jepara, meski gagal mengamankan tiga poin, berhasil menahan tim yang lebih kuat di kandang lawan, memberi sinyal bahwa mereka mampu bersaing di level atas.
