IPD – 12 April 2026 | Sabtu, 11 April 2026, malam WIB, Stadion Gelora Bumi Kartini menjadi saksi pertarungan sengit antara Persijap Jepara dan Bhayangkara FC dalam pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Laskar Kalinyamat yang bermain di kandang berhasil mengukir kemenangan tipis 2-1, mematahkan rekor enam laga tak terkalahkan Bhayangkara dan memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi enam laga beruntun.
Gegaran pertandingan dimulai sejak detik pertama. Pada menit ke-1, Borja Herrera memanfaatkan kesalahan kiper tamu Slavko Damjanovic dan mengeksekusi tembakan yang menembus gawang, memberikan Persijap keunggulan awal. Gol cepat ini langsung menegaskan niat agresif Laskar Kalinyamat untuk mengendalikan tempo pertandingan.
Setelah gol pertama, Bhayangkara berusaha membalas, namun serangan mereka terhalang oleh pertahanan Persijap yang disiplin. Pada menit ke-12, Carlos Franca melancarkan sepakan voli yang hampir berujung gol, namun bola masih melambung di atas mistar. Tekanan terus berlanjut hingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0, setelah Sudi Abdallah menggandakan keunggulan pada menit ke-45. Gol kedua tercipta dari blunder Moisés Wolschick yang memberi ruang bagi Sudi Abdallah mengirimkan tembakan keras ke sudut kanan gawang lawan.
Masuk babak kedua, Bhayangkara FC berupaya memperkecil ketertinggalan. Moussa Sidibe menjadi ancaman utama dengan beberapa tembakan melengkung, namun belum berhasil menembus gawang. Kesempatan lain muncul lewat Privat Mbarga, namun aksi-aksi tersebut belum mengubah hasil akhir. Tekanan semakin berat bagi Bhayangkara ketika pada menit ke-75, Dendy Sulistyawan menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Rahmat Hidayat, memaksa tim tamu bermain dengan sepuluh pemain.
Meski berada dalam kondisi kurang, Bhayangkara tidak menyerah. Pada menit ke-90, Ryan Kurnia mengirimkan umpan silang yang dipotong oleh Moussa Sidibe, menghasilkan gol balasan yang menyempitkan selisih menjadi 2-1. Gol tersebut memberi harapan singkat bagi Bhayangkara, namun Persijap masih menguasai alur permainan dan berhasil menahan serangan lawan hingga peluit akhir.
Hasil akhir 2-1 ini memberikan dampak signifikan pada klasemen sementara. Persijap Jepara naik ke posisi ke-14 dengan total 25 poin, berada empat poin di atas zona degradasi. Sementara Bhayangkara FC tetap berada di posisi kelima dengan 44 poin, namun kehilangan momentum enam kemenangan beruntun yang sebelumnya menjadi andalan mereka. Kedatangan gol kemenangan ini juga mengakhiri rekor tak terkalahkan Bhayangkara di kandang, menandai titik balik penting dalam kampanye mereka.
Jadwal selanjutnya menempatkan Persijap Jepara melawan Semen Padang pada Senin, 20 April 2026, sementara Bhayangkara FC akan menjamu PSIM Yogyakarta pada Jumat, 17 April 2026. Kedua tim diperkirakan akan mengoptimalkan strategi masing-masing untuk memperbaiki posisi di klasemen, terutama Bhayangkara yang harus mengembalikan performa konsistennya setelah kekalahan ini.
Secara taktik, kemenangan Persijap menunjukkan efektivitas serangan cepat melalui pemain sayap seperti Borja Herrera dan Sudi Abdallah, serta kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan dalam fase pertahanan. Di sisi lain, Bhayangkara harus meninjau kembali kebijakan disiplin pemainnya, mengingat pengurangan jumlah pemain pada menit ke-75 sangat memengaruhi dinamika pertandingan.
Dengan catatan tak terkalahkan yang kini terhenti, Bhayangkara FC harus segera bangkit dan mengatasi masalah disiplin serta meningkatkan produktivitas serangan. Sementara Persijap Jepara, yang kini menambah empat kemenangan beruntun, dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengamankan poin lebih lanjut dan menghindari zona degradasi. Pertandingan ini menjadi contoh betapa pentingnya konsistensi, kedisiplinan, dan kemampuan memanfaatkan peluang dalam kompetisi BRI Super League yang semakin kompetitif.
