Achraf Hakimi Kecam Selebrasi Endrick, Fokus pada Sepak Bola di Tengah Krisis PSG

IPD – 21 April 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) menelan kekalahan 1-2 dari Olympique Lyonnais pada pekan ke-30 Ligue 1 2025/2026, menambah tekanan pada skuad Luis Enrique yang kini berada di ambang akhir musim. Pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes menyaksikan aksi gemilang pemain muda Brasil, Endrick, yang mencetak gol pembuka dan memberikan assist untuk gol kedua, memastikan kemenangan Lyon.

Setelah mencetak gol pertama melalui tendangan keras dari jarak menengah, Endrick menghabiskan hampir lima belas detik menari di depan tribun penonton PSG. Gerakan tersebut memicu reaksi keras dari bek kanan asal Maroko, Achraf Hakimi, yang langsung menghampiri remaja berusia 19 tahun itu dan menegurnya di lapangan.

“Mengapa saya menyuruh Endrick untuk tenang? Hal‑hal seperti ini memang terjadi dalam pertandingan. Kami tidak akan fokus pada pemain lawan. Saya ingin tim saya tetap fokus dan agar dia berhenti melakukan hal‑hal yang ditujukan kepada para penggemar kami,” ujar Hakimi dalam konferensi pers sesudah laga. Ia menekankan bahwa selebrasi berlebihan dapat mengalihkan perhatian tim dari tujuan utama, yaitu memenangkan pertandingan.

Endrick, yang sedang menjalani pinjaman dari Real Madrid, memang menunjukkan kualitas luar biasa dengan satu gol dan satu assist. Namun, menurut Hakimi, tindakan di luar lapangan – khususnya yang menyinggung suporter lawan – dapat menimbulkan ketegangan yang tidak perlu dalam pertandingan yang sudah sangat kompetitif.

Berikut adalah rangkuman poin penting dari laga tersebut:

  • Skor akhir: Lyon 2 – 1 PSG
  • Kontribusi Endrick: 1 gol, 1 assist
  • Komentar Hakimi: Fokus pada sepak bola, hindari provokasi terhadap suporter
  • Dampak klasemen: Lens kini hanya satu poin di belakang PSG meski telah bermain satu laga lebih banyak
  • Lanjutan jadwal PSG: Pertandingan melawan Nantes yang dijadwalkan ulang pada hari Rabu

Kekalahan ini menurunkan selisih poin PSG di puncak klasemen, memberi peluang lebih besar bagi Lens untuk merebut gelar. Luis Enrique diperkirakan akan melakukan rotasi pemain menjelang laga melawan Nantes, mengingat beban fisik yang dialami pemain inti setelah duel sengit melawan Lyon. Hakimi sendiri, yang menjadi andalan di lini belakang, berpotensi mendapatkan istirahat untuk menjaga kebugaran menjelang sisa musim.

Para pengamat menilai bahwa sikap Hakimi mencerminkan profesionalisme dan kepemimpinan di dalam tim. Ia mengingatkan bahwa pertandingan bukan hanya soal kemenangan atau kekalahan, tetapi juga soal menghormati lawan dan menjaga etika di atas lapangan. Dalam konteks Ligue 1 yang kini semakin ketat, fokus pada taktik dan konsistensi permainan menjadi kunci utama.

Di sisi lain, Endrick tetap dipuji atas performa teknisnya. Meskipun selebrasinya menuai kritik, kontribusi gol dan assistnya memberi dampak signifikan pada hasil akhir. Real Madrid dan manajemen PSG kemungkinan akan mengevaluasi sikap pemain muda tersebut dalam konteks pengembangan mental dan sportivitas.

Dengan jadwal yang padat dan persaingan yang semakin ketat, PSG harus segera bangkit. Pertandingan melawan Nantes menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki selisih poin dan menegaskan kembali dominasi mereka di liga. Sementara itu, Hakimi diharapkan menjadi contoh bagi rekan-rekannya dalam menegakkan disiplin dan menjaga konsentrasi pada sepak bola.

Leave a Comment