IPD – 16 April 2026 | Jakarta, 15 April 2026 – Tiga emiten batu bara terkemuka, PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda utama pembagian dividen. Kedatangan dividend besar ini menambah sorotan investor pada sektor batu bara yang meski tengah menghadapi tantangan regulasi, tetap menawarkan potensi return yang menggiurkan.
Investment analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menegaskan bahwa dividen sebaiknya dipandang sebagai penopang downside dan tambahan total return, bukan satu‑satunya alasan utama pembelian saham. “Strategi yang lebih rasional kini adalah mengombinasikan perhitungan dividen dengan potensi capital gain,” ujarnya pada Selasa (14/4/2026). Pandangan ini sejalan dengan ekspektasi pemangkasan produksi batu bara yang dapat menstabilkan harga komoditas sekaligus membuka ruang kenaikan harga saham.
Sementara UNTR mencatatkan lonjakan dividen tertinggi dalam sejarah pada tahun buku 2022 sebesar Rp7.003 per saham, dengan rasio pembayaran mencapai 121% terhadap laba bersih. Namun, angka tersebut menurun drastis menjadi Rp2.270 pada 2023 dan Rp2.151 pada 2024. ITMG juga mencatat rekor dividen 2022 dengan total Rp10.544 per saham, lalu turun menjadi Rp4.407 pada 2023 dan Rp3.473 pada 2024. ADRO, anak perusahaan Garibaldi ‘Boy’ Thohir, menebar dividen dalam dolar AS setara US$0,031 per saham (Rp240,78) pada 2022, lalu turun menjadi US$0,013 (Rp209,31) pada 2023 dan kembali naik ringan menjadi US$0,016 (Rp166,69) pada 2024.
Berikut rangkuman dividend UNTR, ITMG, dan ADRO selama tiga tahun terakhir:
| Emiten | Tahun 2022 | Tahun 2023 | Tahun 2024 |
|---|---|---|---|
| UNTR | Rp7.003 | Rp2.270 | Rp2.151 |
| ITMG | Rp10.544 | Rp4.407 | Rp3.473 |
| ADRO | US$0,031 (Rp240,78) | US$0,013 (Rp209,31) | US$0,016 (Rp166,69) |
Ekky menilai ketiga saham tetap menarik dengan pendekatan berbeda. UNTR dan ITMG dianggap memiliki fundamental solid serta visibilitas kinerja yang kuat, cocok bagi investor yang mengincar kombinasi dividen stabil dan pertumbuhan nilai saham. ADRO, di sisi lain, menawarkan taktik tambahan berupa program buyback serta prospek transformasi bisnis ke energi terbarukan, menjadikannya pilihan bagi yang menginginkan eksposur batu bara sekaligus diversifikasi sektoral.
Strategi akumulasi bertahap saat terjadi koreksi harga menjadi rekomendasi utama Ekky, alih‑alih melakukan pembelian mendekati periode cum‑dividen. “Pendekatan terbaik adalah akumulasi bertahap saat koreksi, bukan dividend chasing terlalu mepet,” tegasnya. Metode ini memungkinkan investor tetap memperoleh yield optimal sekaligus menjaga peluang capital gain dalam jangka menengah.
Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang menurunkan produksi batu bara domestik, yang diharapkan menstabilkan harga batu bara global. Kombinasi faktor tersebut dengan agenda RUPS yang menjanjikan pembayaran dividen menambah optimisma pada kalangan investor institusional maupun ritel.
Kesimpulannya, meski dividen tidak lagi menjadi satu‑satunya motor penggerak keputusan investasi, UNTR, ITMG, dan ADRO tetap menawarkan kombinasi yield yang kompetitif dan potensi capital gain yang relevan. Investor disarankan menilai profil risiko masing‑masing emiten, memperhatikan tren harga komoditas, serta mengadopsi strategi akumulasi bertahap untuk memaksimalkan total return di tengah dinamika pasar batu bara yang terus berubah.
