Canada FC Bangkit dari Keterpurukan, Ganda Penalty David Bawa Tim ke Skor Imbang 2-2 melawan Iceland

IPD – 29 Maret 2026 | Pada Sabtu (28 Maret 2026) di Toronto, tim nasional pria Kanada menampilkan aksi menegangkan yang berujung pada hasil imbang 2-2 melawan tim Islandia dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia 2026. Kanada terpaksa mengejar ketinggalan dua gol pada babak pertama, namun berhasil menyamakan kedudukan berkat dua gol penalti dari kapten Jonathan David.

Babak pembuka berlangsung kurang menguntungkan bagi tuan rumah. Pada menit ke-9, bek veteran Kamal Miller mengirimkan umpan mundur yang tidak terkontrol, memicu peluang bagi penyerang Real Sociedad asal Islandia, Orri Steinn Oskarsson, yang menaklukkan kiper Dayne St. Clair dengan tembakan rendah ke sudut dekat tiang gawang. Hanya tiga menit berselang, Oskarsson menambah satu lagi setelah memanfaatkan kesalahan di lini belakang Kanada; Niko Sigur gagal menghalau bola yang melayang di atas kepalanya, memberi ruang bagi Oskarsson menembak lagi. Dua gol pertama dalam waktu 21 menit membuat Kanada berada di posisi 0-2.

Meski berada di bawah tekanan, pelatih Jesse Marsch tetap menekankan pentingnya belajar dari kekalahan. “Sering kali umpan mundur yang berhasil adalah kesalahan, dibandingkan dengan umpan maju yang masih memberi peluang untuk menekan kembali,” ujarnya setelah pertandingan. Marsch menyoroti ketidakhadiran beberapa pemain kunci seperti Alphonso Davies, Moïse Bombito, dan Alistair Johnston yang masih dalam proses rehabilitasi, sehingga beban pertahanan jatuh pada pemain seperti Kamal Miller dan Niko Sigur.

Perubahan taktik terlihat pada babak kedua. Kanada meningkatkan intensitas pressing dan mengoptimalkan pergerakan penyerang. Pada menit ke-57, Jonathan David, yang mengenakan pita kapten, memanfaatkan tendangan penalti pertama setelah pelanggaran di dalam kotak penalti. David mengeksekusi dengan tenang, menempatkan bola ke sudut atas kanan gawang, mengurangi selisih menjadi 1-2. Tidak lama kemudian, pada menit ke-71, David kembali memanfaatkan penalti kedua, kali ini setelah sebuah serangan cepat menghasilkan pelanggaran di area pertahanan Islandia. Kedua gol penalti itu tidak hanya menegaskan kemampuan eksekusi David, tetapi juga menumbuhkan semangat tim yang sempat terpuruk.

Namun, kegembiraan Kanada kembali terhenti pada menit ke-80 ketika tengah pemain Tajon Buchanan menerima kartu merah langsung karena aksi keras terhadap lawan. Pengusiran Buchanan menjadi kartu merah pertama dalam karier internasionalnya, sekaligus menandai tiga pertandingan beruntun Kanada yang berakhir dengan pemain dihukum. Kejadian ini menambah beban psikologis pada skuad menjelang turnamen besar.

Meski begitu, pertahanan Kanada kembali menahan serangan Islandia pada menit-menit akhir. Dayne St. Clair berhasil melakukan beberapa penyelamatan krusial, sementara lini belakang menutup celah yang sebelumnya dimanfaatkan oleh Oskarsson. Pertandingan berakhir dengan skor 2-2, mencerminkan ketahanan mental tim meski menghadapi kekurangan pemain dan tekanan luar.

Hasil imbang ini memberikan pelajaran penting bagi Canada FC menjelang Piala Dunia. Tim harus memperbaiki transisi bola, mengurangi kesalahan umpan mundur, serta menambah disiplin dalam duel fisik untuk menghindari kartu merah. Di sisi lain, kemampuan Jonathan David mengeksekusi penalti menunjukkan potensi pemimpin yang dapat diandalkan dalam situasi krusial.

Dengan hanya 75 hari tersisa sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, hasil laga ini menjadi indikator kesiapan mental dan taktis Canada FC. Jika mereka dapat mengatasi kelemahan yang terungkap serta memanfaatkan kekuatan individual seperti David dan Marsch, peluang Kanada untuk melaju melewati fase grup tidak dapat diabaikan.

Leave a Comment