IPD – 29 Maret 2026 | Episode penutup sinetron Beri Cinta Waktu menjadi sorotan utama penonton sekaligus menjadi momen penting bagi pemeran utama, Adhisty Zara, yang memerankan karakter Adila Syafitri. Di balik kisah cinta yang mengharukan di layar, terdapat serangkaian foto behind‑the‑scene yang menampilkan Zara dalam berbagai situasi di set, mulai dari persiapan intens hingga interaksi hangat dengan kru. Foto‑foto ini tidak hanya menambah nilai estetika, melainkan juga mengungkap dinamika yang terjadi menjelang akhir produksi.
Sejumlah foto yang berhasil diungkap oleh sutradara Anika Marani melalui akun Instagramnya menggambarkan suasana emosional dan profesional di lokasi syuting. Pada 27 Maret 2026, Anika memposting video singkat yang menampilkan dirinya mengarahkan Zara dalam adegan di rumah sakit, yang ternyata merupakan adegan terakhir Zara sebelum mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Meskipun terdapat spekulasi di media sosial mengenai konflik antara sutradara dan pemeran, foto‑foto tersebut memperlihatkan kerja sama yang tetap terjaga.
Berikut adalah rangkuman tujuh potret penting yang berhasil dikumpulkan:
- Potret 1 – Persiapan Makeup: Zara terlihat duduk tenang di kursi makeup, dengan penata rias mengaplikasikan makeup natural yang menonjolkan karakter Adila yang kuat namun lembut. Cahaya lampu studio menyorot wajahnya, menandakan tahap awal sebelum syuting dimulai.
- Potret 2 – Skrip di Tangan: Sebuah foto menampilkan Zara memegang skrip episode terakhir, menandakan dedikasinya dalam mempelajari dialog meskipun kondisi kesehatannya menurun. Di latar belakang, Anika Marani tampak memberikan arahan singkat.
- Potret 3 – Adegan di Rumah Sakit: Momen inti yang dibagikan oleh sutradara, menampilkan Zara berbaring di ranjang rumah sakit dengan kostum lengkap. Kamera bergerak mengelilingi set, menyorot emosi karakter yang sedang berjuang melawan rasa sakit.
- Potret 4 – Interaksi dengan Pemeran Lain: Zara berpelukan dengan rekan pemeran, Bhisma Mulia (Sultan), menunjukkan chemistry yang kuat sebelum adegan klimaks. Senyuman mereka memberi kesan persahabatan di luar naskah.
- Potret 5 – Istirahat Sejenak: Di antara pengambilan gambar, Zara duduk di sofa set, mengonsumsi minuman hangat. Foto ini menggambarkan bagaimana kru berusaha memberikan ruang istirahat bagi pemain yang sedang mengalami masalah kesehatan.
- Potret 6 – Diskusi dengan Tim Produksi: Zara terlibat dalam rapat singkat bersama Anika Marani, penulis skenario, dan produser. Catatan di papan tulis menandakan penyusunan akhir alur cerita, termasuk keputusan penting tentang akhir hubungan Adila dan Sultan.
- Potret 7 – Pengambilan Gambar Penutup: Foto terakhir menampilkan Zara berdiri di depan kamera utama, dengan latar belakang lampu sorot yang bersinar terang. Ia mengucapkan salam perpisahan kepada kru, menandai selesainya peranannya dalam serial tersebut.
Selain menampilkan sisi visual, foto‑foto ini juga menegaskan fakta bahwa keputusan Zara untuk mundur bukanlah akibat perselisihan di lokasi, melainkan pertimbangan kesehatan pribadi. Dalam kolom komentar di unggahan Instagram, Zara menegaskan hubungannya dengan sutradara tetap baik, menyatakan, “Ibu kita baik‑baik saja, sayang ibu, maaf aku off hp bu.” Sementara Anika Marani menanggapi tudingan dengan menampilkan bukti kerja sama yang profesional, menegaskan bahwa tidak ada konflik signifikan di antara kru.
Reaksi warganet beragam, namun mayoritas menyoroti pentingnya menghormati keputusan pribadi artis serta menahan diri dari spekulasi yang belum terkonfirmasi. Beberapa netizen menulis, “Kalian yang menghujat tuh nggak mikir ya? Hargai dong keputusan Zara,” mempertegas dukungan publik terhadap kesehatan mental dan fisik para pelaku industri hiburan.
Episode terakhir Beri Cinta Waktu sendiri ditayangkan pada pukul 17.30 WIB di RCTI Channel 28, dan berhasil mengemas emosi penonton dengan adegan perpisahan yang mengharukan antara Adila dan Sultan. Penonton disuguhkan dialog penuh makna, di mana Sultan mengucapkan janji suci yang menyatukan cinta, restu, dan pengampunan. Keseluruhan produksi menampilkan tema keberanian, pengorbanan, dan pentingnya kejujuran dalam hubungan.
Dengan menggabungkan gambar‑gambar eksklusif dan narasi di balik layar, artikel ini memberikan gambaran lengkap tentang proses kreatif serta tantangan yang dihadapi oleh Adhisty Zara dan tim produksi. Foto‑foto tersebut menjadi bukti bahwa di balik kilau layar kaca, terdapat kerja keras, empati, dan komitmen untuk menyajikan cerita yang menyentuh hati penonton.
Kesimpulannya, 7 potret behind‑the‑scene ini tidak hanya menambah nilai estetika, tetapi juga memperkaya pemahaman publik mengenai dinamika produksi sinetron Indonesia. Mereka mengingatkan kita bahwa di balik drama yang ditayangkan, terdapat manusia‑manusia yang berjuang, beristirahat, dan tetap profesional meski dihadapkan pada kondisi yang menantang.
